KOTAPINANG — Dinas Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Labuhanbatu mengeksekusi penyaluran bantuan OTA GENTING sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Labuhanbatu Nomor 552 Tahun 2026 tentang Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting. Plt Kepala DPPKB Nurhetti Lumbantobing meresmikan penyerahan paket di Kantor Camat Pangkatan. Program ini menempatkan ASN sebagai donatur tetap bagi keluarga pra-sejahtera yang berisiko melahirkan anak stunting.
Setiap keluarga penerima mendapat bahan pangan kaya protein hewani senilai Rp15.000 per hari selama 30 hari. Totalnya Rp450.000 per paket. Bantuan diarahkan ke tiga kelompok sasaran: ibu hamil dan menyusui, bayi usia 0–23 bulan, serta balita 24–59 bulan dari keluarga berisiko stunting (KRS).
Pembagian tahap pertama merata di empat kecamatan. Panai Hulu, Panai Tengah, Panai Hilir, dan Pangkatan masing-masing menerima 20 paket. Sebagian ASN menyalurkan bantuan langsung dari pintu ke pintu ke kediaman warga di wilayah kerja masing-masing, di luar penyerahan terpusat di kantor kecamatan.
Nurhetti menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Pemkab Labuhanbatu yang bergotong-royong menyisihkan sebagian penghasilan untuk program ini. Menurutnya, kepedulian aparatur menjadi kunci keberlanjutan gerakan.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati dan seluruh ASN yang telah peduli kepada keluarga kami. Sukses selalu untuk Ibu Bupati dalam memimpin Labuhanbatu, dan semoga kebaikan para donatur dibalas dengan kesehatan dan keberkahan," kata Sumini, penerima bantuan di Kecamatan Pangkatan.
OTA GENTING merupakan program percepatan penurunan stunting yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Pemkab Labuhanbatu mengadopsinya sebagai bagian dari pilar utama visi Labuhanbatu Cerdas Bersinar yang diinisiasi Bupati Maya Hasmita.
Pemkab berharap sinergi antara pemerintah daerah, ASN, dan warga tetap terjaga. Target akhirnya memastikan generasi penerus Labuhanbatu tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.