Pelatihan di Pahae Jae Bekali 100 Petani Taput Olah Limbah Jadi Pupuk Organik Bernilai Jual

Penulis: Ramli Ahmad  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:01:31 WIB
Peserta mengikuti pelatihan pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik di GOR Chessan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara.

TAPANULI UTARA — Pelatihan penumbuhan wirausaha pengolahan pupuk organik di GOR Chessan, Kecamatan Pahae Jae, menyasar petani di Tapanuli Utara yang selama ini membuang limbah pertanian dan peternakan tanpa nilai ekonomi. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan tersebut berlangsung selama empat hari, 27–30 Oktober 2026.

Dukungan datang dari tiga pihak sekaligus: Kementerian Perindustrian, Komisi VII DPR RI, dan Bank Sumut. Kolaborasi lintas lembaga itu menempatkan pelatihan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan wirausaha baru di sektor pengolahan, bukan sekadar penyuluhan pertanian biasa.

Apa yang Dibekali ke Peserta Pelatihan?

Materi pelatihan berpusat pada pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik. Petani dilatih mengubah sisa panen dan kotoran ternak yang biasanya dibuang menjadi produk yang punya nilai tambah di pasaran.

Keterampilan itu diarahkan agar peserta tidak berhenti sebagai produsen bahan mentah. Pelatihan menumbuhan wirausaha berarti peserta didorong membangun usaha sendiri dari produk yang mereka hasilkan.

Deni Parlindungan Lumbantoruan menyebut pelatihan ini bertujuan membekali petani agar bisa mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertanian berkelanjutan.

Mengapa Limbah Pertanian dan Peternakan Jadi Peluang Usaha?

Selama ini limbah pertanian dan peternakan di banyak kampung di Tapanuli Utara hanya menumpuk atau dibakar. Padahal bahan itu bisa difermentasi menjadi pupuk organik yang dibutuhkan lahan pertanian.

Permintaan pupuk organik terus tumbuh seiring kesadaran petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Ketersediaan bahan baku yang melimpah di tingkat desa membuat usaha pengolahan pupuk punya rantai pasok yang dekat.

Kegiatan ini juga menyasar penciptaan lapangan kerja baru. Pengolahan pupuk membutuhkan tenaga kerja untuk pengumpulan bahan, proses fermentasi, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Dukungan Kementerian Perindustrian hingga Bank Sumut

Keterlibatan Kementerian Perindustrian memberi jalur pembinaan usaha pengolahan skala kecil dan menengah. Komisi VII DPR RI ikut mendukung program ini di tingkat kebijakan.

Bank Sumut hadir dengan peran pembiayaan, yang dibutuhkan peserta jika ingin mengembangkan usaha dari skala rumahan menjadi produksi rutin. Kombinasi pelatihan teknis dan akses modal menjadi kunci agar peserta tidak berhenti di tahap coba-coba.

Deni menyampaikan harapan agar para peserta berhasil mengembangkan usahanya demi kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. Pelatihan di GOR Chessan menjadi titik awal pembinaan lanjutan bagi wirausaha pupuk organik di Kecamatan Pahae Jae dan sekitarnya.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: aktualonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top