MEDAN — Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari menyebut empat kecamatan dan delapan kelurahan menjadi wilayah paling parah terdampak banjir. Rincian pengungsi terdiri atas 39 balita, 170 anak-anak, 270 orang dewasa, 82 lansia, dan satu penyandang disabilitas.
“Yang paling terdampak banjir ada empat kecamatan dan delapan kelurahan. Total yang mengungsi berjumlah 562 orang. Sebanyak 22 orang di antaranya kita evakuasi dari rumah,” ujar Yunita kepada Sumut Pos, Kamis (29/10/2026).
Wilayah terdampak meliputi Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, dan Medan Helvetia. Di Medan Selayang, genangan merendam Kelurahan Tanjung Selamat.
Medan Maimun mencatat titik terdampak paling banyak: Kelurahan Sei Mati, Kampung Baru, Hamdan, dan Aur. Sementara di Medan Johor, air menggenangi Kelurahan Gedung Johor dan Kwala Bekala, serta Kelurahan Tanjung Gusta di Medan Helvetia.
Ketinggian air di sejumlah titik berkisar satu hingga 1,5 meter. Kondisi terparah terjadi di Kelurahan Sei Mati dan Aur, Kecamatan Medan Maimun, yang tergenang setinggi 1,5 meter.
Di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, genangan mencapai satu meter. Kedalaman air di titik-titik itu yang memaksa tim BPBD mengevakuasi warga yang rumahnya tak lagi layak ditempati.
Dari total 22 orang yang dievakuasi, 10 orang berasal dari Kelurahan Sei Mati dan lima orang dari Kelurahan Aur. Tujuh lainnya dievakuasi dari Kelurahan Kwala Bekala.
Hujan deras yang memicu luapan tiga sungai itu mengguyur Kota Medan sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari. BPBD Kota Medan masih mendata dampak banjir di kelurahan lain yang belum masuk laporan awal.