LANGKAT — Pemantauan yang dilakukan Plt Bupati Langkat Tiorita br Surbakti menjadi bagian dari upaya Pemkab Langkat memastikan temuan sidak tidak berhenti sebagai catatan administratif. Perbaikan dinilai mulai terlihat pada ketertiban absensi pegawai hingga kondisi lingkungan pelayanan yang lebih bersih dan nyaman.
Tiorita mengingatkan, perkembangan tersebut belum cukup menjadi alasan bagi manajemen rumah sakit untuk berpuas diri. Pembenahan harus berjalan konsisten dan menyentuh seluruh aspek pelayanan, baik bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Menurut Tiorita, temuan dan catatan dari sidak sebelumnya bukan sekadar formalitas. Semua itu menjadi dasar untuk mengevaluasi dan memperbaiki layanan secara menyeluruh.
"Kesehatan dan keselamatan masyarakat Langkat adalah prioritas utama kami. Hasil temuan dan catatan dari sidak sebelumnya bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi landasan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh," tegasnya.
Ia menginstruksikan manajemen RSUD Tanjungpura bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat menindaklanjuti setiap kekurangan yang ditemukan. Penguatan disiplin aparatur sipil negara menjadi salah satu perhatian utama.
Seluruh tenaga medis dan staf diminta menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung profesional dan responsif.
Bagi Tiorita, kualitas rumah sakit tidak cukup diukur dari kedisiplinan pegawai. Kondisi fasilitas, kebersihan ruangan, serta kenyamanan lingkungan ikut menentukan pengalaman pasien selama menerima pelayanan.
Karena itu, pembenahan fasilitas dan pemeliharaan kebersihan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan medis. Masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan.
Setiap kekurangan yang masih ditemukan harus menjadi bahan evaluasi. Tiorita tidak ingin persoalan yang sama dibiarkan berulang tanpa penyelesaian.
Mutu pelayanan kesehatan, kata Tiorita, tidak hanya ditentukan kemampuan tenaga medis menangani pasien. Sikap, kepedulian, dan cara seluruh petugas berinteraksi dengan masyarakat turut menentukan kualitas layanan.
Budaya senyum, sapa, dan pelayanan prima harus menjadi kebiasaan tenaga kesehatan maupun staf administrasi. Pendekatan ramah dan responsif diperlukan agar pasien serta keluarga yang mendampingi merasa nyaman selama berada di lingkungan rumah sakit.
Perbaikan pada ketertiban absensi, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan diharapkan menjadi fondasi peningkatan mutu pelayanan secara lebih menyeluruh.
Pemkab Langkat menginginkan perubahan tidak hanya muncul saat pengawasan berlangsung. Disiplin, tanggung jawab, kebersihan, dan kepedulian terhadap pasien harus tumbuh menjadi budaya kerja yang diterapkan setiap hari.
Tiorita menegaskan, evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh rekomendasi hasil sidak benar-benar dijalankan. Dengan pengawasan berkelanjutan dan komitmen manajemen, pembenahan RSUD Tanjungpura diharapkan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, nyaman, dan responsif bagi warga Kabupaten Langkat.