SUMATERA UTARA — Setelah sepekan memakai iPhone Duo, kesan paling mengejutkan justru datang dari ekosistem aplikasinya, bukan layar lipat 7,6 inci itu sendiri. Sejumlah developer sudah menyiapkan aplikasi yang benar-benar dioptimalkan untuk perangkat lipat pertama Apple ini, dari tata letak dua kolom sampai kontrol yang berpindah ke layar bawah saat mode tenda. Berikut 15 aplikasi yang paling layak dicoba, lengkap dengan catatan mana yang masih setengah matang.
Pengujian dilakukan dengan iPhone Duo sebagai perangkat harian selama sepekan, mencakup aplikasi produktivitas, media sosial, video, musik, game, sampai utilitas. Sebagian aplikasi sudah matang betul, sebagian lain baru setengah jalan. Perangkat ini dijual sekitar USD 2.000, jadi ekspektasi terhadap kualitas aplikasi memang tinggi.
Slack menempati urutan teratas karena dipakai paling sering. Ruang obrolan dan kontak ada di kiri, pesan di kanan, sementara tombol Home, Direct Messages, Notifications, dan Search menempel di sisi kanan.
Panel kiri bisa disembunyikan kapan saja lewat menu. Kekurangannya, tampilan di cover display terasa padat dan menyembunyikan keyboard tidak semudah yang diharapkan.
Versi TikTok untuk iPhone Duo membuat konsumsi video terasa lebih adiktif. Video bisa digulir mulus di cover display, lalu dibuka dalam mode portrait di layar utama untuk pengalaman menonton yang lebih imersif.
Saat ingin membaca komentar, putar perangkat ke landscape dan kolom komentar muncul di kanan sementara video tetap berjalan di kiri. Yang belum ada: kontrol pemutaran di sisi kanan, yang kemungkinan menyusul lewat pembaruan.
Buat yang mencari game action 3D, UnGodly adalah contoh paling pas. Game RPG fantasi ini memungkinkan pemain berganti karakter saat bertarung, dengan efek pencahayaan dan refleksi yang tampak rapi di layar 7,6 inci.
Mengayun pedang, melepas serangan petir, dan melempar api ke musuh terasa memuaskan. Chip A20 menanggung beban grafis tanpa gejala tersendat yang mengganggu.
Meta termasuk developer pertama yang merilis aplikasi teroptimasi penuh untuk Duo, mencakup Instagram, Facebook, dan Threads. Instagram paling menonjol karena video di layar depan tampil imersif saat digulir.
Di layar dalam, perangkat bisa diputar ke portrait untuk video vertikal atau ke landscape. Kolom komentar tetap menempel di kanan meski pengguna terus menggulir.
Deck-Man membuktikan desain lipat bisa dijadikan bahan bermain. Aplikasi ini mengubah iPhone Duo menjadi pemutar musik bergaya Walkman era 1980-an, dengan kaset virtual yang tersinkron ke Apple Music.
Saat perangkat dilipat, layar depan menampilkan kaset berputar berikut kontrol pemutaran. Dalam mode tenda, pengguna bisa membalik thumbnail koleksi musik. Eksekusinya halus dan menyenangkan.
YouTube TV belum sepenuhnya optimal karena kontrol belum pindah ke sisi kanan, menyisakan ruang kosong tipis. Meski begitu, tayangan tetap memenuhi layar penuh begitu diputar.
Fitur Multiview memungkinkan menonton hingga empat acara atau film bersamaan. Mode tenda juga berguna saat tangan sedang sibuk, misalnya ketika memasak.
Spotify memanfaatkan hampir seluruh layar besar dengan tampilan koleksi musik yang lapang, stasiun rekomendasi, dan mini player khusus di sisi kanan.
Item menu belum bergeser ke sisi paling kanan sehingga masih ada ruang kosong. Mode tenda juga belum tersedia dan sebaiknya ditambahkan saat optimasi penuh rampung.
Perplexity berguna untuk jawaban langsung yang disertai sitasi. Fitur Deep Research membantu proyek panjang, sementara asisten bawaannya bisa menyusun email atau memesan tempat.
Tata letak dua kolom tampil rapi di layar utama. Ketika diminta membandingkan iPhone Duo dengan Samsung Galaxy Z Fold 8, aplikasi ini menyajikan panduan plus tabel ringkas yang cukup netral.
Netflix dibangun khusus untuk perangkat lipat ini, alasan Apple memamerkannya di acara peluncuran. Cover display nyaman untuk menggulir Clips, sedangkan layar utama bisa memutar film penuh atau dipakai setengah terlipat.
Dalam mode tabletop, konten berada di atas dan kontrol di bawah. Warna dari bagian atas ikut terpantul ke bagian bawah, sentuhan kecil yang enak dilihat.
OpenTable tampil apik dengan foto restoran lebar yang membentang di layar besar dan slot waktu tersedia di bagian atas. Fitur Notify Me mengirim notifikasi saat meja di tempat populer tiba-tiba kosong.
Kontrol di sisi kanan konsisten, baik di layar utama maupun cover display.
Carrot Weather cocok bagi yang bosan tampilan cuaca monoton. Pengguna bisa memilih gaya bahasa Professional, Friendly, Snarky, dan lainnya.
Tata letaknya rapi dengan widget prakiraan per jam, tujuh hari ke depan, indeks UV, sampai waktu matahari terbenam. Susunan widget bahkan bisa dikustomisasi.
Gemini tampil cukup baik di iPhone Duo meski belum teroptimasi penuh. Menu utama seperti Library, Images, dan Gems berada di kiri, riwayat di tengah, dan jendela obrolan di kanan.
Masalahnya, tombol untuk mengaktifkan kamera tertutup menu yang bertumpuk di layar besar. Untuk sementara, akses fitur itu lebih aman lewat layar depan.
PianoFold memanfaatkan bentuk lipat secara maksimal. Permainan bisa dilakukan dengan layar terbuka penuh, tetapi mode laptop terasa lebih imersif karena nada berjatuhan dari bagian atas ke bilah di layar bawah.
Tersedia pilihan keyboard realistis. Tingkat kesulitannya cukup menantang, dan speaker Duo yang bertenaga membuat pengalaman bermain lebih hidup.
Airmail, peraih Apple Design Award, menyatukan Gmail, Outlook, Exchange, dan lainnya dalam satu kotak masuk. Tata letak dua kolomnya mudah dinavigasi.
Membersihkan kotak masuk juga cepat berkat gestur geser yang bisa dikustomisasi. Untuk saat ini, Airmail tampil lebih menarik sebagai aplikasi email di Duo dibanding Gmail.
Battlefleet Duo mengangkat kembali nostalgia permainan papan klasik. Dalam mode tabletop, kapal ditempatkan di bagian bawah layar dan serangan diluncurkan dari bagian atas.
Saat meleset hanya terdengar percikan, tetapi tembakan tepat sasaran memunculkan ledakan yang bisa dirasakan getarannya. Sederhana, tapi seru.
Ekosistem aplikasi jadi alasan kuat memilih iPhone Duo dibanding perangkat lipat Android, setidaknya untuk saat ini. Developer jelas sudah bersiap jauh sebelum perangkat dirilis, dan hasilnya bukan sekadar tata letak dua kolom yang dipaksakan.
Netflix, Deck-Man, PianoFold, dan Battlefleet Duo menunjukkan bagaimana aplikasi bisa benar-benar dirancang untuk layar lipat, bukan sekadar diperlebar. Slack, Instagram, dan Perplexity jadi pilihan aman untuk produktivitas harian.
Catatan pentingnya, beberapa aplikasi populer masih setengah matang. Kontrol yang belum berpindah sisi dan bug di Gemini menunjukkan optimasi belum merata. Bagi yang tergoda membeli demi pengalaman aplikasi lipat, tunggu pembaruan beberapa bulan ke depan sebelum menyimpulkan.