5 Wahana Edukatif Fanpekka untuk Anak Bermain Sambil Belajar

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:37:31 WIB
Anak bermain di kolam bola raksasa Lasten Ocean di Fanpekka, AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.

SUMATERA UTARA — Arena bermain indoor kini jadi pilihan orang tua untuk mengasah tumbuh kembang anak. Fanpekka di AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur, hadir dengan konsep playground Finlandia yang menggabungkan keseruan bermain dan nilai edukasi. Berikut lima wahana utamanya yang bisa jadi referensi akhir pekan keluarga.

Bermain bukan sekadar hiburan bagi anak. Lewat aktivitas fisik dan permainan peran, anak melatih otot, kemampuan bicara, hingga cara memecahkan masalah sederhana. Fanpekka merancang setiap wahananya agar orang tua bisa mengajak anak belajar tanpa terasa seperti sedang les.

Lokasi dan Konsep Fanpekka

Fanpekka berlokasi di Lantai 3 AEON Mall Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Arena ini mengusung konsep playground bergaya Finlandia yang menekankan kebebasan bergerak dan eksplorasi.

Setiap wahana dirancang untuk melatih fisik, kemampuan komunikasi, dan ketangkasan memecahkan masalah anak sejak dini. Jadi, ibu bisa mengajak si kecil bermain sekaligus menstimulasi perkembangannya dalam satu kunjungan.

1. Lasten Ocean, Kolam Bola Raksasa untuk Motorik Kasar

Lasten Ocean jadi wahana utama berupa kolam bola berukuran raksasa. Di dalamnya ada struktur panjat dan perosotan yang sudah disesuaikan dengan standar keamanan anak.

Perpaduan berenang di kolam bola, memanjat, dan meluncur efektif melatih otot tubuh. Aktivitas ini juga mengasah koordinasi motorik kasar dan keseimbangan fisik si kecil.

Anak bisa bergerak bebas sepuasnya. Mereka berolahraga tanpa merasa sedang menjalani latihan yang kaku.

2. Role Play Leikkimokki, Latihan Komunikasi Lewat Bermain Peran

Area Role Play Leikkimokki fokus pada pengembangan kemampuan sosial dan bahasa anak. Konsepnya mensimulasikan situasi kehidupan sehari-hari.

Anak diajak bermain peran, misalnya jual-beli di toko atau pasar. Mereka bisa bergantian jadi penjual dan pembeli.

Lewat permainan ini, anak belajar menyusun kalimat, bernegosiasi, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Kemampuan sosialnya terlatih tanpa tekanan.

3. Stimulasi Motorik dan Sosial dalam Satu Kunjungan

Kombinasi wahana fisik dan permainan peran membuat Fanpekka cocok untuk anak di usia prasekolah. Ibu bisa memilih area sesuai kebutuhan stimulasi si kecil.

Anak yang masih aktif bergerak bisa diajak ke Lasten Ocean lebih dulu. Setelah energinya tersalurkan, ajak ia mencoba Role Play Leikkimokki untuk melatih bicara dan bersosialisasi.

Pola bergantian seperti ini membantu anak menyeimbangkan kemampuan motorik dan komunikasinya dalam satu hari bermain.

4. Tips Mengajak Anak Bermain di Fanpekka

Datang di jam yang tidak terlalu ramai agar anak lebih leluasa bereksplorasi. Bawa pakaian ganti dan air minum karena anak akan banyak bergerak.

Dampingi si kecil, terutama saat mencoba struktur panjat dan perosotan. Beri waktu istirahat di sela permainan supaya ia tidak kelelahan.

Ajak anak bercerita soal pengalamannya setelah bermain. Cara ini memperkuat kemampuan bahasanya sekaligus jadi momen bonding ibu dan anak.

5. Manfaat Bermain Sambil Belajar untuk Anak

Bermain di arena edukatif seperti Fanpekka memberi anak pengalaman belajar yang menyenangkan. Mereka melatih fisik, bahasa, dan

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top