TAPANULI SELATAN — Jembatan Gantung Batangtura yang membentang di atas Sungai Batangtura menghubungkan Kelurahan Batangtura Sirumambe dengan Dusun/Kampung Gunung Manumpak. Akses itu menjadi satu-satunya jalur penyeberangan warga sehari-hari. Sebelum diperbaiki, kondisi fisik jembatan sudah retak dan lapuk dimakan usia.
Pekerjaan perbaikan melibatkan satu personel Koramil 18/Pargarutan, tiga tukang profesional, dan empat warga lokal. Formasi itu terbilang kecil, tetapi semangat gotong royong mempercepat tuntasnya pekerjaan. Pembenahan tidak hanya memperkuat struktur jembatan, tetapi juga membersihkan kawasan sekitar lintasan penyeberangan.
Bagi warga Batangtura Sirumambe dan Gunung Manumpak, jembatan gantung ini bukan sekadar bangunan penyeberangan. Jalur itu dipakai untuk aktivitas harian, mulai dari berangkat kerja, mengantar anak ke sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian. Kondisi jembatan yang lapuk sempat membuat warga waswas setiap kali melintas.
Setelah perbaikan rampung, bentangan jembatan kembali kokoh dan dinilai layak menopang mobilitas warga. Pemeliharaan struktur menjadi kunci agar jembatan tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Warga sekitar diharapkan ikut menjaga fasilitas yang baru selesai dikerjakan.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menyebut penuntasan jembatan ini sebagai cerminan hadirnya prajurit di tengah persoalan rakyat. Ia menegaskan perbaikan tersebut bagian dari kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
"Perbaikan jembatan ini adalah wujud konkrit kepedulian TNI Angkatan Darat untuk hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat di daerah. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari prakarsa strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang diakselerasi melalui TNI AD guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta menghadirkan sarana infrastruktur yang aman dan bermartabat bagi seluruh lapisan warga," ujar Kolonel Inf Sandy.
Ia menambahkan, terhubungnya kembali akses penyeberangan di Batangtura diharapkan memacu denyut perekonomian lokal. Akses anak-anak menuju sekolah juga diprediksi lebih mudah, sementara tali silaturahmi antardusun ikut menguat.
"Ketika jembatan terhubung, bukan hanya fisik jalan yang tersambung, melainkan juga harapan dan kesejahteraan warga yang ikut terangkat. TNI AD akan terus bersinergi menjaga kelayakan fasilitas-fasilitas vital masyarakat seperti ini," tegas Kapendam I/BB.
Perbaikan jembatan menyasar kebutuhan dasar warga di dua kampung yang terpisah sungai. Selama jembatan rusak, mobilitas warga terhambat, terutama saat mengangkut hasil bumi. Jalur alternatif menuju Gunung Manumpak juga tidak tersedia karena jembatan ini satu-satunya penghubung.
Dengan struktur yang kembali kokoh, aktivitas ekonomi warga diharapkan berjalan normal. Distribusi hasil pertanian dan barang kebutuhan sehari-hari tidak lagi bergantung pada kondisi jembatan yang rapuh. Anak-anak sekolah pun bisa melintas tanpa rasa takut.
Kodam I/Bukit Barisan menyatakan akan terus bersinergi menjaga kelayakan fasilitas vital masyarakat. Perbaikan Jembatan Gantung Batangtura menjadi salah satu contoh kerja teritorial TNI AD di wilayah Tapanuli Selatan.