BPBD Medan Latih Komunitas Difabel hingga Ibu Hamil Hadapi Potensi Bencana

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:13:31 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi kelompok rentan, meliputi komunitas difabel, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Kepala BPBD Kota Medan Yunita menyatakan pelatihan diarahkan agar kelompok rentan mampu mengenali risiko, mengambil langkah penyelamatan, dan tetap mandiri saat situasi darurat. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana yang inklusif di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

MEDAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan memperluas sasaran program kesiapsiagaan bencana ke kelompok rentan. Komunitas difabel, lansia, serta ibu hamil dan menyusui menjadi peserta pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang digelar instansi tersebut.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita menyebut peningkatan kapasitas kelompok rentan sebagai bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Menurut dia, pelatihan tidak berhenti pada pemberian pemahaman soal jenis bencana.

Mengapa Kelompok Rentan Jadi Prioritas Pelatihan

Yunita menjelaskan, kelompok rentan kerap terlewat dalam skema evakuasi konvensional. Karena itu, pelatihan diarahkan untuk membangun kemandirian mereka saat darurat.

"Pelatihan tidak sekedar memberikan pemahaman mengenai bencana, tetapi diarahkan untuk membangun kapasitas kelompok rentan agar mampu mengenali risiko, mengambil langkah penyelamatan dan tetap mandiri ketika menghadapi situasi darurat," kata Yunita di Medan, Kamis.

Materi pelatihan mencakup pengetahuan dasar tentang ancaman bencana hingga langkah penyelamatan dini. Peserta juga didorong memahami peran mereka dalam rantai penanganan bencana.

Mendorong Penanggulangan Bencana yang Inklusif

Menurut Yunita, pelibatan kelompok rentan menjadi bagian dari upaya penanggulangan bencana yang tidak hanya berpusat pada warga usia produktif.

"Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan , mengurangi risiko bencana serta mendorong keterlibatan kelompok rentan dalam upaya penanggulangan bencana yang inklusif," sebut dia.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok rentan, tumbuh menjadi masyarakat yang tangguh dan paham cara memitigasi potensi bencana.

Membangun Budaya Kesiapsiagaan di Kota Medan

Yunita menyatakan pelatihan semacam ini akan terus digalakkan pemerintah kota. Tujuannya membangun budaya siaga yang melekat pada warga, bukan sekadar program musiman.

"Ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Medan dalam membangun budaya kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tidak lagi bergantung pada satu kelompok warga saja. Seluruh elemen masyarakat diminta memiliki pengetahuan dasar soal mitigasi.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top