58,34 Persen Wisman ke Indonesia demi Wisata Kuliner, WIG 2026 Digelar di Solo-Yogyakarta

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 15 September 2026 | 14:34:02 WIB
Sebanyak 58,34 persen wisatawan mancanegara ke Indonesia datang untuk wisata kuliner.

SUMATERA UTARA — Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan ragam kuliner yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, dan budaya yang berkembang berabad-abad. Ekosistemnya luas, dari peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang meneruskan tradisi pangan antargenerasi.

Kuliner Jadi Pintu Masuk Mengenal Budaya

Dari sisi pariwisata, Widiyanti menilai gastronomi membuka jalan bagi wisatawan untuk mengenal budaya, tradisi, dan cerita suatu tempat. Hal itu memunculkan keinginan datang langsung ke wilayah tersebut.

"Salah satu satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat," ujar Widiyanti.

Peluang ini dinilai bisa mendongkrak kunjungan wisman yang sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 8,98 juta. Kementerian Pariwisata menargetkan 16 sampai 17 juta kunjungan wisman pada tahun ini.

WIG 2026: Dari Akar Lokal ke Pengakuan Global

Kementerian Pariwisata mengusung program unggulan bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) bertajuk Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG). Program ini menargetkan peningkatan eksposur dan penguatan posisi wisata kuliner Indonesia di pasar global.

WIG 2026 mengambil tema "From Local Roots to Global Recognition". Rangkaian utamanya digelar di Solo dan Yogyakarta pada 26 September sampai 4 Oktober 2026, mengangkat asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi, serta filosofi di balik makanan.

Dampak Langsung ke UMKM

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menilai data kunjungan wisman tersebut membuktikan kuliner mampu meningkatkan jumlah wisatawan. Menurutnya, dampaknya tidak berhenti pada kunjungan semata.

"Ini bukan saja menarik wisatawan mancanegara untuk datang, tetapi, juga langsung mengenai UMKM-UMKM," kata Made.

Melalui WIG, Kementerian Pariwisata ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mengajak UMKM dikenal dalam skala lebih luas. Kemenpar juga berkolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar festival kuliner di berbagai pusat perbelanjaan dengan aneka promo dan diskon.

"Kalau di mal itu pujaseranya rata-rata makanan Indonesia ya, bukan restorannya, itu salah satu cara," tambah Made.

Tren Wisatawan Muda dan Kuliner Berkualitas

Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau menilai tren wisata kuliner Indonesia saat ini mengarah pada hidangan berkualitas. Bagi wisatawan, preferensi bergerak dinamis mengikuti selera pribadi.

Peran generasi Z dan milenial yang aktif membagikan keunikan kuliner bangsa lewat media sosial turut menggerakkan tren ini. Vita mencontohkan, wisatawan yang menyukai makanan pedas akan mengarah ke tempat yang menjual kuliner Manado.

"Misalnya ia suka makanan pedas, dia akan mengarah pada (tempat yang menjual makanan) Manado, begitu misalnya," ucap dia.

Vita meminta Kementerian Pariwisata memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan naik kelas. Kuliner diharapkan menjadi bagian dari atraksi yang menarik bagi wisatawan.

Bagi traveler yang ingin merencanakan perjalanan gastronomi, rangkaian WIG 2026 di Solo dan Yogyakarta pada 26 September-4 Oktober 2026 bisa jadi acuan waktu berkunjung. Informasi terkini soal jadwal, lokasi venue, dan agenda per hari dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata atau dinas pariwisata setempat.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top