KAI Divre I Sumut Catat Angkutan Peti Kemas 194 Ribu Ton, Tumbuh 13 Persen hingga Juli 2026

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:49:31 WIB
Peti kemas terangkut di atas gerbong kereta api di area operasional KAI Divre I Sumatera Utara.

Medan — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat volume angkutan peti kemas mencapai 194.019 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026. Realisasi ini tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 171.255 ton. Lonjakan signifikan terjadi pada Juli 2026, dengan volume mencapai 37.838 ton atau naik 113 persen secara tahunan.

MEDAN — Permintaan angkutan barang berbasis rel di Sumatera Utara terus menguat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara membukukan volume angkutan peti kemas 194.019 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026, tumbuh 13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat 171.255 ton.

Angka itu sekaligus menegaskan posisi kereta api sebagai moda andalan dalam rantai pasok logistik di wilayah tersebut, terutama untuk menghindari kemacetan jalur darat.

Lonjakan 113 Persen pada Juli 2026

Kinerja bulanan juga menunjukkan akselerasi. Pada Juli 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut 37.838 ton peti kemas, melonjak 113 persen dibandingkan Juli 2025 yang hanya 17.797 ton. Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan industri akan moda transportasi yang efisien dan tepat waktu.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut pertumbuhan ini sebagai indikasi kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan kereta api.

"Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan terhadap angkutan barang berbasis rel yang efisien dan andal terus berkembang," ujar Anwar.

Kapasitas Angkut dan Ketepatan Waktu

Untuk mendukung volume besar, KAI Divre I Sumut mengoperasikan 80 unit Gerbong Datar (GD) dengan kapasitas muat hingga 42 ton per gerbong. Setiap gerbong sanggup membawa dua kontainer ukuran 20 kaki atau Twenty-foot Equivalent Units (TEUs).

Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api umumnya menarik 20 gerbong datar sehingga total kapasitas mencapai 40 TEUs. Kombinasi kapasitas besar dan ketepatan waktu menjadi nilai jual utama layanan ini.

Catatan operasional 2026 menunjukkan tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) rata-rata 96,17 persen untuk keberangkatan dan 95,83 persen untuk kedatangan. Angka ini memastikan kepastian pasokan bahan baku bagi pengusaha tanpa gangguan produksi.

"Dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan dapat diprediksi, para pengusaha diuntungkan dalam hal kepastian pasokan bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu," kata Anwar.

Ia menambahkan, ketepatan waktu tinggi juga menjamin hasil produksi segera terdistribusi untuk memenuhi permintaan pasar. Keandalan ini menjadikan kereta api pilihan strategis di tengah kepadatan lalu lintas truk di jalur Medan–Belawan dan sekitarnya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: teritorial24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top