MEDAN — Gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) Labuhan Deli di kawasan Medan Utara kini hanya menyisakan kerangka bangunan yang rusak parah. Material bangunan yang berserakan bahkan dilaporkan menjadi sasaran penjarahan oleh oknum tidak bertanggung jawab, memperparah kondisi fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan warga setempat.
Kondisi ini memaksa ratusan warga Kelurahan Labuhan Deli harus menempuh jarak hingga beberapa kilometer untuk berobat ke puskesmas terdekat. Padahal, kawasan Medan Utara dikenal memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan kerap terdampak banjir rob dengan genangan yang bertahan berhari-hari.
Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, mengungkapkan bahwa Pustu Labuhan Deli telah masuk dalam wacana program pembangunan sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini, realisasi pembangunannya tidak kunjung terlihat.
"Ini harus menjadi perhatian serius pak Wali Kota Rico Waas. Sudah dua tahun Pustu Labuhan Deli masuk dalam wacana program pembangunan, tapi sampai sekarang belum terealisasi juga. Jangan sampai masyarakat kesulitan dapatkan layanan kesehatan hanya karena bangunan Pustu Labuhan Deli saat ini bangunan fisiknya sudah rusak parah," ujar Tia, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu menyoroti maraknya aksi penjarahan material bangunan di lokasi Pustu yang terbengkalai. Ia menyebut kejadian ini terekam dalam video yang beredar di kalangan warga.
"Miris kita lihatnya ketika warga mem-video-kan aksi penjarahan itu. Ini bisa juga terjadi di Puskesmas ataupun Pustu yang luput dari pengawasan aparatur setempat," imbuhnya.
Tia menegaskan, Kelurahan Labuhan Deli merupakan kawasan yang membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Selain padat penduduk, wilayah ini juga rentan terhadap bencana banjir rob yang kerap mengganggu aktivitas warga.
"Masyarakat di sana sering terdampak banjir rob yang genangan airnya bisa bertahan berhari-hari. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jangan sampai ada perbedaan kualitas pelayanan antara wilayah Medan Utara dengan wilayah lainnya di Kota Medan," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan yang nantinya bertugas di Pustu Labuhan Deli harus kompeten agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Tia berharap pembangunan Pustu Labuhan Deli menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Menurutnya, hal ini sejalan dengan janji kampanye pemerintahan Rico Waas dan Zaki.
"Kami di DPRD tentu akan mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Yang terpenting, program tersebut benar-benar direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga," pungkasnya.