SUMATERA UTARA — Ancaman keamanan di kawasan pelabuhan tidak bisa dianggap remeh. Insiden seperti teror bom atau kebakaran dapat muncul sewaktu-waktu dan berpotensi melumpuhkan layanan bagi pengguna jasa. Menyadari risiko tersebut, manajemen Pelindo Regional 2 Jambi memilih langkah preventif dengan menggelar drill HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang melibatkan lintas instansi.
Simulasi yang berlangsung di Terminal Petikemas Pelindo Talang Duku ini bukan sekadar formalitas. Dalam skenario yang diujikan, para peserta harus melalui alur penanganan lengkap: mulai dari penerimaan laporan ancaman, aktivasi tim tanggap darurat, evakuasi pekerja, sterilisasi area, hingga proses penjinakan objek mencurigakan oleh personel Jibom (Penjinak Bom).
Sebelum praktik lapangan, para pekerja mendapat pembekalan teknis dari Kasubden 2 Jibom Sat Brimob Polda Jambi, AKP Yudianto, bersama Ipda Suwandi. Materi yang disampaikan mencakup cara mengidentifikasi ciri-ciri ancaman bom, prinsip dasar penjinakan, dan prosedur awal yang aman saat menemukan benda mencurigakan di area kerja.
Pengetahuan ini dinilai krusial karena kecepatan respons di menit-menit pertama sangat menentukan. Pekerja diharapkan mampu melakukan evakuasi mandiri yang aman sebelum tim ahli tiba di lokasi kejadian.
Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi, Kompol Ginda J. Silalahi, turun langsung memastikan standar penanganan kondisi darurat berjalan sesuai prosedur keselamatan yang ketat. Keterlibatan aparat keamanan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara operator pelabuhan dan negara berjalan nyata di lapangan.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud komitmen perusahaan membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus memperkuat prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC).
"Melalui drill ini, kami melatih kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas SOP pengamanan yang telah diterapkan, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama," ujar Febrianto dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa budaya K3 dan GRC tidak boleh hanya menjadi kebijakan di atas kertas, tetapi harus tercermin dalam setiap langkah mitigasi risiko yang dilakukan personel di lapangan.
Drill ini diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan. Selain unsur Pelindo Jambi Group—yang mencakup PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT IPC Terminal Petikemas, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Berkah Industri Mesin Angkat, MTI, dan JAI—kegiatan ini juga melibatkan KSOP Pelabuhan Kelas III Talang Duku, KSKP Talang Duku, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, hingga Pemerintah Desa Talang Duku.
Hasil evaluasi dari simulasi ini akan menjadi bahan penyempurnaan prosedur operasional. Manajemen menargetkan seluruh personel memiliki standar kesiapsiagaan yang seragam, sehingga respons terhadap potensi bahaya bisa lebih cepat dan terukur di masa mendatang.
Kemitraan strategis antara operator, regulator, dan aparat keamanan ini diharapkan mampu menjamin keamanan operasional pelabuhan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Talang Duku.