Wali Kota Medan Mengerahkan Seluruh Kecamatan untuk Normalisasi Drainase, Target Pemasangan U-Ditch Rampung 2027

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:02:31 WIB
Wali Kota Medan mengerahkan seluruh kecamatan untuk gotong royong membersihkan drainase di Jalan Taduan, Medan Tembung, Sabtu.

MEDAN — Aksi gotong royong massal digelar di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu. Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan, Citra Effendi Capah, memimpin langsung pembersihan parit yang selama ini menjadi langganan genangan saat hujan deras.

Instruksi ini datang langsung dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra, yang memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat kecamatan untuk bergerak serentak. "Hari ini, Bapak Wali Kota mengerahkan kami untuk melaksanakan gotong-royong membersihkan parit," ujar Citra di lokasi.

Pengerukan Jadi Tahap Awal Sebelum Proyek Permanen

Pembersihan drainase ini bukan sekadar kerja bakti seremonial. Pemkot Medan menurunkan alat berat serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah dan sedimen hasil pengerukan. Volume material yang diangkat dari saluran air ini menjadi indikator utama seberapa parah penyumbatan yang terjadi.

Menurut Citra, pengerukan ini hanyalah langkah awal. Pemerintah kota sudah merencanakan pemasangan U-Ditch, beton pracetak berbentuk saluran terbuka yang jauh lebih kokoh dibandingkan drainase konvensional.

"Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Target-nya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total," sebut dia.

Warga Diminta Tidak Menutup Saluran Air di Depan Rumah

Pemkot Medan tidak bisa bekerja sendiri. Citra menegaskan bahwa peran warga menjadi penentu keberhasilan program ini. Ia mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke parit dan tidak menutup saluran air demi kepentingan pribadi.

"Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual," ujarnya.

Penutupan parit di depan rumah tanpa memperhatikan aliran air, lanjut Citra, dapat mengganggu warga lain karena menyebabkan aliran tersumbat. Kebiasaan ini kerap menjadi pemicu banjir lokal yang sebenarnya bisa dicegah.

Pembersihan drainase ini menjadi atensi bersama seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Medan. Dengan saluran yang lancar, risiko genangan di kawasan padat penduduk seperti Medan Tembung diharapkan bisa ditekan sebelum musim hujan puncak tiba.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top