NIAS UTARA — Impian para pelajar di Kepulauan Nias untuk belajar di gedung yang layak akhirnya menemui titik terang. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memastikan pembangunan gedung permanen SMP Negeri 4 Sitolu Ori di Kabupaten Nias Utara segera diwujudkan, sekaligus meninjau progres pembangunan di lokasi, Kamis.
Selama ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang baru berdiri pada 2024 itu berlangsung di bangunan darurat. Dinding papan dan atap seng menjadi pemandangan sehari-hari bagi 45 siswa yang tersebar di tiga tingkatan kelas.
Electra Stefani, siswi Kelas IX, menuturkan kondisi sekolah yang becek dan banyak nyamuk kerap mengganggu konsentrasi belajar, terutama saat musim hujan tiba. "Contohnya, saat musim hujan. Kami agak kurang nyaman karena situasi lingkungan agak becek, dan tentunya pasti ada nyamuk yang mengganggu saat kami belajar di kelas," ujarnya.
Kegembiraan tak bisa disembunyikan dari nada bicaranya setelah mengetahui sekolahnya akan segera memiliki ruang kelas permanen. "Bapak Gubernur, terima kasih atas perhatian bapak di sekolah kami ini. Semoga ke depannya Bapak Gubernur bertambah rezeki, dan bijaksana untuk memimpin Sumut ini," kata Electra.
Pemerintah Provinsi Sumut mengalokasikan bantuan pembangunan gedung baru yang mencakup tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya. Selain itu, akan dibangun satu ruang administrasi yang terdiri atas ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, serta ruang tamu.
Fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian dalam proyek ini. Toilet laki-laki, perempuan, hingga toilet khusus difabel disiapkan untuk menunjang kenyamanan seluruh warga sekolah.
Kepala SMP Negeri 4 Sitolu Ori Teti Gea mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumut ini. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah kepulauan.
"Kami ucapkan terima kasih, semoga fasilitas yang lain ke depan juga dapat dibantu," kata Teti.
Meski bersyukur, Teti menyampaikan masih ada sejumlah fasilitas penunjang yang dinantikan, seperti laboratorium, perpustakaan, dan akses jalan menuju sekolah. Ia menyebut sebagian siswa harus berjalan kaki sejauh dua hingga lima kilometer setiap hari untuk tiba di sekolah.
"Jadi kami juga mau akses jalan itu, bisa dibangun segera. Anak-anak di sini, ada yang jalan kaki dua sampai lima kilometer. Ada yang berangkat jam 06.00 pagi, mereka jalan kaki," ungkap Teti.
Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan proses belajar mengajar di SMPN 4 Sitolu Ori dapat berjalan lebih nyaman dan kondusif, sehingga memacu semangat belajar para siswa di ujung barat Pulau Sumatera tersebut.