MEDAN — Empat program studi kesehatan resmi berpindah pengelolaan ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Prosesi penandatanganan piagam akuisisi berlangsung di Kampus IV Jalan Dwikora, Pasar VI, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Rabu (5/8).
Program studi yang diserahkan meliputi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, D3 Farmasi, dan S1 Farmasi. Penandatanganan dilakukan Sekretaris PP Muhammadiyah M. Sayuti bersama Pembina Yayasan STIKes Indah Medan H. Abdul Haris Hasibuan. Acara ini disaksikan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Rektor UMSU Prof. Akrim.
Haedar Nashir menegaskan akuisisi ini bukan sekadar penggabungan institusi. Ia menyebutnya sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah secara berkelanjutan.
"InsyaAllah akuisisi ini tidak salah alamat karena Muhammadiyah selalu amanah, profesional, modern, dan tersistem. Ini akan menjadi berkesinambungan dan menjadi bagian dari keluarga Muhammadiyah," ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, potensi UMSU menjadi universitas berkelas dunia semakin besar dengan bergabungnya STIKes Indah Medan ke dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Kolaborasi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah lain disebut akan mempercepat pencapaian target tersebut.
"Seluruh sivitas akademika harus bersifat transformatif, profesional, dan modern," tegas Haedar.
Akuisisi ini juga menjadi sinyal kesiapan UMSU menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027.
Rektor UMSU Prof. Akrim menjelaskan langkah akuisisi dipilih untuk melengkapi program studi di FKIK yang telah meraih akreditasi Unggul sejak 2020. Menurutnya, penggabungan menjadi solusi paling efektif.
"Jadi, satu-satunya jalan adalah mengakuisisi untuk melengkapi program studi kesehatan dan kebidanan," katanya.
Proses akuisisi berlangsung cepat. Hanya butuh waktu singkat sejak 7 Juli 2027 pukul tujuh malam hingga mendapat restu dari Ketua Umum PP Muhammadiyah.
"Awalnya hanya ingin menyatukan program studi yang ada, ternyata lahan dan asetnya luar biasa. Alhamdulillah, tidak hanya izinnya, tetapi juga aset tanah dan gedung serta empat izin program studi yang diakuisisi," ungkap Akrim.
Rektor memastikan hak mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan STIKes Indah Medan tetap dijaga. UMSU juga berkomitmen tidak mengubah nama masjid yang ada di kampus tersebut.
Ketua Yayasan STIKes Indah Medan dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan menyampaikan rasa syukur atas bergabungnya kampus tersebut dengan Muhammadiyah. Ia menilai serah terima ini menjadi titik awal kebangkitan STIKes Indah Medan.
"Kami bangga hadir dalam serah terima kepada UMSU. Kami berharap STIKes Indah Medan yang dikelola UMSU dapat berjaya kembali," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, UMSU juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Agrinas Palma Nusantara dan Danantara. Penghargaan diberikan kepada H. Abdul Haris Hasibuan sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Persyarikatan Muhammadiyah.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah 1 Prof. Saiful Anwar Matondang, Ketua PWM Sumut Prof. Hasyimsyah Nasution, Ketua BPH UMSU Prof. Agussani, serta Komisaris Independen BPI Danantara Haryo Baskoro Wicaksono.