HUMBAHAS — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) membuka pintu selebar-lebarnya bagi riset pengembangan ekowisata Danau Toba. Dukungan itu disampaikan Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan saat menerima kunjungan Tim Peneliti Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan, Selasa (4/8/2026).
Kedatangan tim peneliti ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Riset yang diusung merupakan penugasan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Kabupaten Humbahas ditetapkan sebagai salah satu dari lima daerah di sekitar Danau Toba yang menjadi lokasi penelitian.
Penelitian ini mengangkat tema pengembangan model ketahanan ekowisata berbasis kepemimpinan adaptif, kompetensi kebencanaan, energi bersih, serta tata kelola kolaboratif. Artinya, riset tidak hanya menyentuh aspek pariwisata, tetapi juga kesiapan daerah menghadapi potensi bencana dan transisi energi.
Bupati Oloan Paniaran Nababan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Ia berharap hasil penelitian mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Humbahas.
Ketua Tim Peneliti, Saimara AM Sebayang, mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Humbahas. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menghasilkan model pengembangan ekowisata yang adaptif dan berkelanjutan.
Dukungan dari jajaran pejabat daerah yang turut mendampingi bupati dalam pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Humbahas. Riset ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi menjadi pijakan kebijakan pariwisata ke depan.
Langkah Pemkab Humbahas ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas. Namun, pendekatan yang dipakai berbeda: bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penguatan kapasitas masyarakat dan lingkungan dalam menghadapi tekanan pariwisata.