MEDAN — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara mencatat ratusan warga Tapanuli Tengah kehilangan akses ke rumah mereka akibat banjir yang merendam permukiman. Kejadian ini berlangsung cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan pesisir barat Sumatera Utara pada Senin (12/2) siang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebut banjir mulai merendam pemukiman warga sekitar pukul 12.00 WIB. Air meluap dari sungai di dua kecamatan secara hampir bersamaan, memaksa warga di empat kelurahan untuk segera dievakuasi.
Berdasarkan data Pusdalops, empat kelurahan yang terendam banjir adalah Kelurahan Sipange, Kelurahan Hutanabolon, Kelurahan Bona Lumban, dan Kelurahan Lopian. Seluruh kelurahan tersebut berada di wilayah administrasi Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.
Warga yang mengungsi dipusatkan di Gereja HKI lama yang berada di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan evakuasi warga sejak banjir mulai naik. Selain proses evakuasi, tim gabungan juga tengah melakukan asesmen untuk mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak para pengungsi.
"Kondisi terkini, berdasarkan laporan, banjir di sejumlah lokasi mulai surut," ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin.
BPBD Sumut sendiri telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi luapan sungai susulan mengingat intensitas hujan di kawasan tersebut masih tinggi.