NIAS — Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Hou di Desa Hou, Kecamatan Bawolato, resmi rampung dan langsung difungsikan bagi masyarakat. Proyek sepanjang 35 meter ini dikerjakan langsung oleh personel gabungan TNI dari Kodim 0213/Nias, Koramil 03/Idanogawo, Yon TP 906, dan Yonzipur 1/DD.
Pengerjaan yang melibatkan lintas satuan ini disebut selesai sesuai target. Kini, warga yang selama ini mengandalkan jalan setapak atau menyeberang dengan risiko tinggi memiliki akses yang lebih aman dan efektif untuk beraktivitas sehari-hari.
Kapendam I/BB Kolonel Infanteri Sandy, S.I.P., menyampaikan bahwa keberadaan jembatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil. "Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat," ujarnya.
Dampaknya tidak hanya pada mobilitas warga. Distribusi hasil pertanian dari lahan di seberang sungai diharapkan bisa lebih cepat sampai ke pasar. Aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan yang selama ini terhambat akses juga dipastikan ikut terbantu dengan rampungnya infrastruktur ini.
Program ini merupakan bagian dari instruksi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Melalui program Bakti TNI AD Untuk Rakyat, pemerintah bersama TNI AD berfokus menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan akses seperti Kepulauan Nias.
Kolaborasi antara personel TNI dan warga setempat selama proses pengerjaan menjadi kunci utama kelancaran proyek. Dengan tuntasnya jembatan ini, Pemerintah dan TNI berharap roda perekonomian di Desa Hou dan sekitarnya dapat bergerak lebih cepat, sekaligus menekan angka kesenjangan infrastruktur antarwilayah.