LANGKAT — Rencana pembentukan Kantor Imigrasi Kabupaten Langkat memasuki babak konkret setelah pemerintah daerah menyatakan kesiapan menyediakan aset pendukung. Langkah ini dinilai strategis untuk memangkas jarak akses layanan keimigrasian yang selama ini mengharuskan warga mengurus dokumen ke luar daerah.
Tiorita menegaskan bahwa kehadiran kantor imigrasi bukan sekadar mempermudah administrasi, tetapi juga menjadi pengungkit investasi dan pariwisata. "Langkat merupakan daerah yang memiliki potensi besar, baik dari sektor investasi, perdagangan, maupun pariwisata. Karena itu, keberadaan Kantor Imigrasi akan sangat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah," ujarnya dalam sambutan.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Gelora Adil Ginting, membeberkan dua bentuk dukungan yang diharapkan dari Pemkab Langkat. Pertama, penyediaan gedung sementara melalui mekanisme pinjam pakai agar operasional pelayanan bisa segera berjalan setelah izin pembentukan terbit.
Kedua, hibah lahan seluas minimal satu hektare yang nantinya digunakan untuk pembangunan kantor permanen beserta rumah dinas. "Apabila nantinya kantor ini terbentuk, maka akan berdiri sebagai Kantor Imigrasi Kabupaten Langkat yang berada di bawah koordinasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara," jelas Gelora.
Usulan pembentukan kantor imigrasi baru sebenarnya telah diajukan ke pemerintah pusat untuk beberapa daerah di Sumatera Utara. Selain Langkat, ada Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Batu Bara, dan Kota Tebing Tinggi yang turut diusulkan.
Dari daftar tersebut, Langkat dinilai memiliki potensi paling besar sehingga layak menjadi prioritas dalam pengembangan layanan keimigrasian. "Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Langkat terhadap rencana pembentukan Kantor Imigrasi Kabupaten Langkat. Apabila nantinya usulan ini mendapatkan persetujuan dan penugasan dari pemerintah pusat, kami berharap dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Gelora.
Kehadiran kantor imigrasi di Langkat diharapkan tidak hanya mempermudah akses layanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing daerah. Sektor perdagangan lintas batas dan pergerakan wisatawan mancanegara yang selama ini terkendala akses administrasi diproyeksikan ikut terdorong.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat ini menjadi momentum awal penguatan koordinasi antara Pemkab Langkat dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Tiorita menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan lahan dan gedung tersebut agar proses pembentukan kantor tidak terhambat dari sisi kesiapan aset daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran Imigrasi yang telah hadir dan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat terkait rencana pembentukan Kantor Imigrasi di daerah ini," pungkasnya.