MEDAN — KAI Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat angka kunjungan yang minim ke pos kesehatan stasiun sepanjang Semester I 2026. Dari total 1,39 juta penumpang, hanya 29 pelanggan yang memeriksakan kesehatannya ke fasilitas tersebut.
"Angka yang sangat minim ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api berada dalam kondisi sehat dan fit saat bepergian," kata Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, Jumat.
Dari 29 pelanggan yang menjalani pemeriksaan, keluhan yang dialami tergolong ringan. Anwar menyebutkan gangguan yang dominan adalah dispepsia atau gangguan pencernaan, serta gejala flu.
Setiap pos kesehatan di stasiun telah dilengkapi dengan tenaga medis profesional dan obat-obatan ringan. Jika ditemukan penumpang dengan kondisi kesehatan yang menurun drastis, petugas akan langsung merujuknya ke rumah sakit terdekat yang telah bekerja sama dengan KAI.
Pos kesehatan juga melayani ibu hamil yang akan naik kereta api tanpa membawa surat keterangan dokter. Pemeriksaan medis secara gratis diberikan bagi mereka yang berada di luar usia kandungan normal yang direkomendasikan, yakni 14 hingga 28 minggu.
Layanan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi pengguna jasa moda transportasi kereta api.
Fungsi pos kesehatan tidak hanya terbatas pada pelayanan penumpang. Fasilitas ini juga digunakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau fit to work bagi para kru kereta api sebelum menjalankan tugas.
Selain empat lokasi di stasiun penumpang, KAI Divre I Sumut juga menyiagakan pos pemeriksaan kesehatan khusus di Stasiun Belawan. Pos ini difungsikan untuk pemeriksaan kesehatan petugas operasional.
"Kehadiran Pos Kesehatan di stasiun merupakan wujud kepedulian dan komitmen KAI dalam menghadirkan ekosistem perjalanan yang tidak hanya tepat waktu, tetapi juga aman, higienis, dan mengutamakan keselamatan pelanggan," ujar Anwar.