TEBING TINGGI — Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih menyebut langkah efisiensi ini tidak sekadar memotong beban APBD. Menurutnya, ini bukti komitmen Pemkot dalam tata kelola energi yang berkelanjutan.
"Kami menyambut baik langkah efisiensi yang dilakukan PLN bersama Dishub Tebing Tinggi. Upaya ini bukan hanya mengurangi beban pembayaran listrik, tetapi juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola energi yang lebih baik dan berkelanjutan," ujar Iman.
Manajer PLN UP3 Pematangsiantar, Ramses Manalu, memaparkan bahwa penghematan berasal dari dua sisi. Pertama, pengurangan daya PJU sebesar 318.800 VA setelah penggantian lampu ke jenis efisiensi tinggi dan pemasangan meteran baru. Dari sini, biaya listrik Pemkot dipangkas Rp 191 juta per bulan.
Kedua, penertiban rutin terhadap titik-titik PJU non-meterisasi berhasil menghemat tambahan sekitar Rp 70 juta per bulan. Total, Pemkot menghemat setidaknya Rp 261 juta setiap bulan.
Ramses mengungkapkan masih ada 6.731 titik PJU di Kota Tebing Tinggi yang belum terpasang meteran. Pemasangan meteran baru menjadi prioritas agar konsumsi listrik lebih terukur tanpa mengurangi kualitas penerangan bagi warga. "Langkah ini diambil untuk memastikan penggunaan daya lebih terukur dan efisien tanpa mengorbankan tingkat pencahayaan bagi masyarakat," jelas Ramses.
Penandatanganan berita acara di Ruang Utama Lantai 4 Kantor Wali Kota itu merupakan hasil akhir dari survei lapangan bersama. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tebing Tinggi dan PLN sebelumnya melakukan pendataan langsung ke titik-titik PJU untuk menghitung selisih daya terpasang.
Wali Kota Iman menegaskan dukungan penuh terhadap program meterisasi yang dilakukan PLN. "Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan terus berkolaborasi dengan PLN agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan penerangan jalan yang nyaman, sekaligus memastikan penggunaan listrik yang tertib dan transparan," tambahnya.