SUMATERA UTARA — Laga di Haikou Wuyuan River Gymnasium, China, menjadi panggung dominasi Indonesia sejak awal. Meski menang tiga set langsung, pelatih Odyk Hermanto justru menyoroti inkonsistensi permainan anak asuhnya yang dinilai masih terlalu mengikuti irama lawan.
"Walaupun menang 3-0, saya masih belum puas dengan penampilan anak-anak. Mereka seharusnya bisa bermain jauh lebih agresif, tetapi masih mengikuti ritme lawan," ujar Odyk Hermanto dalam keterangan resmi PP PBVSI.
Menurut Odyk, beberapa kali pemain justru terbawa pola dan tempo permainan Bahrain. Kondisi itu membuat agresivitas tim tidak terlihat secara konsisten sepanjang pertandingan. Namun, pelatih tetap mensyukuri kemenangan yang membawa Indonesia ke pertandingan perebutan peringkat kesembilan.
Set pertama berjalan ketat di awal dengan kedua tim saling bertukar poin. Indonesia baru menemukan ritme setelah Rizqi Maulana dan kawan-kawan memaksimalkan kombinasi serangan cepat dan pertahanan disiplin. Rentetan poin beruntun membuat jarak melebar, dan Indonesia menutup set pertama 25-16.
Memasuki set kedua, intensitas permainan tidak berkurang. Bahrain sempat beberapa kali menyamakan kedudukan di awal, tetapi variasi umpan dan efektivitas penyelesaian akhir membuat Indonesia kembali menciptakan selisih poin aman. Set kedua diamankan dengan skor 25-18.
Bahrain memberikan perlawanan paling sengit di set ketiga dengan meningkatkan agresivitas serangan. Tim lawan sempat mengejar ketertinggalan dan memangkas jarak poin setelah memanfaatkan beberapa kesalahan Indonesia. Meski demikian, skuad Merah Putih tetap menjaga fokus.
Memasuki fase kritis, para pemain menunjukkan ketenangan dalam memanfaatkan setiap peluang. Dua poin krusial berhasil dicetak untuk memastikan kemenangan 25-23 sekaligus menutup pertandingan dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini mengantarkan Indonesia ke laga penentuan posisi 9-10 yang berlangsung Sabtu (18/7/2026). Lawan yang dihadapi adalah Filipina, yang sebelumnya membungkam Hong Kong dengan skor 3-0. Pertandingan ini akan menjadi ujian konsistensi bagi Odyk Hermanto untuk membuktikan timnya bisa tampil lebih agresif dari pertandingan sebelumnya.