SUMATERA UTARA — PSSI akhirnya mendapatkan amunisi baru untuk lini depan Timnas Indonesia. Mitchell Baker, pemain keturunan yang lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006, sah menjadi WNI setelah proses naturalisasi rampung. Pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Maureen Lee Baker, ini langsung diproyeksikan masuk skuad asuhan John Herdman.
Dengan tinggi nyaris mencapai dua meter, Mitchell dinilai memiliki fisik ideal untuk menjadi ujung tombak. Erick Thohir meyakini postur tubuh dan insting mencetak gol sang pemain bisa menjadi solusi atas kebuntuan lini depan yang kerap dikeluhkan.
"Dengan postur tubuh dan insting mencetak gol yang mumpuni, Mitchell adalah tambahan yang berharga bagi lini depan kita," kata Erick Thohir dalam pernyataan resmi yang dibagikan PSSI. "Pastinya, coach John Herdman sudah punya rencana untuk mengintegrasikan Mitchell ke dalam tim," ujarnya menambahkan.
Perjalanan karier Mitchell terbilang unik. Ia memulai sepak bola di Hong Kong Football Club saat berusia 10 tahun dan bertahan selama tiga musim. Selepas itu, ia melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory.
Pada usia 15 tahun, Mitchell mengembangkan bakatnya di Amerika Serikat bersama Black Rock FC. Kini, ia tercatat sebagai pemain Vermont Green FC di kompetisi USL League Two, level semiprofesional AS, dengan status pinjaman dari Georgetown University. Namanya sempat dipilih Colorado Rapids melalui MLS SuperDraft pada awal 2026 dan dijadwalkan bergabung akhir tahun ini.
Garis keturunan Indonesia Mitchell berasal dari kakek-nenek pihak ibu yang berakar dari Yogyakarta dan Semarang. Meski lahir dan besar di Australia, darah Jawa yang mengalir dalam dirinya menjadi salah satu faktor utama PSSI mempercepat proses naturalisasinya. Kehadiran Mitchell diharapkan tidak hanya menambah opsi taktik, tetapi juga memberikan variasi permainan udara yang selama ini jarang dimiliki Timnas Indonesia.