Rehabilitasi DAS di Langkat, PT Dairi Prima Mineral Tanam 198 Ribu Pohon Mangrove di Lahan 60 Hektare

Penulis: Mukhtar Latif  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:11:01 WIB
ribu bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di lahan 60 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas DAS Serang Jaya, Langkat.

LANGKAT — Sebanyak 198.000 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata ditanam di lahan 60 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas DAS Serang Jaya, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan realisasi kewajiban PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Kehutanan.

Chief Legal and External Relations Officer PT DPM Radianto Arifin mengatakan, rehabilitasi DAS bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi. Perusahaan ingin setiap program lingkungan yang dijalankan juga berdampak luas bagi warga di sekitar wilayah operasional.

"Kami ingin setiap program lingkungan yang dijalankan juga memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, selain melakukan rehabilitasi kawasan hutan, kami juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Radianto dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times Sumut.

Bantuan Bibit Kopi dan Kemiri untuk Petani di Dairi

Tidak hanya di Langkat, PT DPM juga menjalankan program serupa di Kabupaten Dairi. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, perusahaan bersama masyarakat lingkar tambang dan organisasi pemuda menanam pohon di Desa Longkotan. Sebanyak 1.400 bibit kopi dan kemiri diserahkan kepada petani di Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Sebelumnya, PT DPM juga menyerahkan 10.000 bibit pohon kemiri kepada Pemerintah Kabupaten Dairi. Komoditas ini dipilih karena selain berfungsi dalam konservasi lahan, buah kemiri memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

120 Petani Kakao Dilatih dari Enam Desa Lingkar Tambang

Di sektor pertanian, PT DPM menggandeng Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi untuk menggelar pelatihan budidaya kakao. Sebanyak 120 petani dari enam desa dan kelurahan—Desa Longkotan, Tungtung Batu, Bonian, Bongkaras, Polling Anak-Anak, dan Kelurahan Parongil—mengikuti pelatihan teknis tersebut. Setiap peserta juga menerima bibit kakao untuk dikembangkan di lahan masing-masing.

Radianto menambahkan, seluruh kegiatan ini masuk dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan. Ia berharap program ini bisa memberikan keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan ekonomi warga.

"Melalui rehabilitasi DAS, penanaman pohon produktif, bantuan bibit, dan peningkatan kapasitas petani, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan," tutupnya.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: sumut.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top