SIMALUNGUN — Angin puting beliung yang disertai hujan deras pada Kamis (2/7) pukul 18.30 WIB merusak 161 unit rumah warga di enam desa di Kecamatan Pematang Bandar. Bencana itu memicu respons cepat jajaran Polres Simalungun yang menurunkan personel untuk meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba merinci bantuan yang disalurkan pada Rabu (8/7) sebanyak 200 sak beras ukuran 5 kilogram dan 150 lembar seng. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang saat meninjau Nagori Talun Rejo, salah satu desa terdampak paling parah.
"Polri hadir memberikan bantuan berupa bahan bangunan dan bahan pangan yang akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak," ujar Kapolres dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Dalam kunjungannya, AKBP Marganda Aritonang menyusuri perkampungan untuk melihat langsung kerusakan rumah warga. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga di wilayah hukumnya tersebut.
Bantuan tahap awal diutamakan untuk kebutuhan darurat seperti pangan dan perbaikan atap rumah yang terbuang angin. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Bencana angin puting beliung itu tidak hanya melanda Nagori Talun Rejo, tetapi juga lima desa lain di Kecamatan Pematang Bandar. Curah hujan deras yang menyertai angin kencang membuat sejumlah rumah kehilangan atap dan sebagian dinding ambruk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah mengingat jumlah rumah yang rusak cukup signifikan.
Polres Simalungun berjanji akan menyalurkan bantuan lanjutan dalam waktu dekat, terutama bahan bangunan untuk membantu warga memperbaiki rumah mereka. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Sumatera Utara.