PEMATANGSIANTAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar resmi meluncurkan Dashboard Satu Data sebagai platform digital untuk menyatukan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah. Langkah ini diambil untuk mendorong integrasi layanan, pemantauan kinerja, dan penyusunan kebijakan berbasis data yang akurat.
Kepala Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar, Johannes Sihombing, menegaskan bahwa keberhasilan inovasi ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas perangkat daerah. "Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan penuh agar Dashboard Satu Data membawa perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Pematangsiantar," ujarnya.
Penandatanganan komitmen bersama dilakukan oleh 11 pejabat yang hadir dalam acara tersebut. Mereka terdiri dari Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Subrata Nata Lumbantobing, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pematangsiantar Ratna Ulih Naibaho, hingga Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Alwi Adrian Lumban Gaol.
Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arri Suaswandhy Sembiring, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Herbet Aruan, Kepala Dinas Pariwisata Hamzah Fanshuri Damanik, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Sari Dewi Rizkiyani Damanik.
Dashboard Satu Data dirancang untuk mengatasi masalah fragmentasi data yang selama ini kerap terjadi di setiap perangkat daerah. Dengan platform ini, seluruh data dari berbagai dinas dan badan akan terintegrasi dalam satu sistem sehingga memudahkan proses monitoring kinerja dan pengambilan keputusan.
Pemkot Pematangsiantar berharap inovasi ini dapat mempercepat transformasi digital di daerah, terutama dalam memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan kepada warga. "Kami ingin data menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan, bukan sekadar asumsi," tambah Johannes Sihombing.
Inisiatif ini sejalan dengan program nasional Satu Data Indonesia yang digagas pemerintah pusat. Dengan adanya Dashboard Satu Data, Pemkot Pematangsiantar menjadi salah satu daerah di Sumatera Utara yang mulai menerapkan prinsip keterbukaan data dan interoperabilitas sistem.
Ke depan, Dinas Kominfo akan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh perangkat daerah agar platform ini dapat digunakan secara optimal. Pemkot juga berencana mengintegrasikan dashboard ini dengan layanan publik lain seperti perizinan dan pengaduan warga.