MEDAN — Ajang tahunan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-50 yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 tidak hanya diisi oleh pelaku usaha dan investor. Sekolah menengah kejuruan pun ambil bagian, seperti SMKN 8 Medan yang memamerkan hasil karya peserta didik di berbagai program keahlian.
Kepala SMKN 8 Medan, Wilma, menyebutkan bahwa stan sekolahnya menampilkan produk dari Program Keahlian Tata Busana dan Kriya. Beberapa di antaranya adalah busana ready to wear, aneka tas makrame, tas rajut, boneka rajut, lenan rumah tangga, tempat tisu, taplak meja sulam, gantungan kunci, serta pouch.
“PRSU menjadi kegiatan yang sangat positif. Bagi siswa-siswi kami, ajang ini bukan hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga wadah untuk menampilkan kreativitas dan inovasi hasil karya peserta didik kepada masyarakat,” ujar Wilma kepada awak media, Senin (6/7/2026).
Wilma menjelaskan bahwa partisipasi sekolahnya merupakan bentuk dukungan terhadap tema PRSU Ke-50, yakni “Harmoni Emas”. Tema ini mencerminkan keberagaman masyarakat Sumatera Utara yang menjadi kekuatan menuju kemajuan di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya.
“Harmoni menggambarkan kehidupan masyarakat Sumatera Utara yang hidup dalam keberagaman, sedangkan Emas melambangkan tekad dan semangat untuk membawa Sumatera Utara menjadi provinsi yang semakin maju,” jelasnya.
Wilma berharap momentum PRSU Ke-50 dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi.
“PRSU harus menjadi wadah bertumbuhnya investasi, ekonomi, dan pariwisata. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.