MEDAN — Lonjakan penumpang terjadi pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, di mana satu tempat duduk bisa digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi stasiun yang berbeda dalam satu rangkaian perjalanan. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut capaian ini membuktikan kereta api tak sekadar alat mobilitas, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.
Dari seluruh armada yang dioperasikan, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi menjadi primadona. Enam perjalanan harian kereta ini melayani 59.781 pelanggan, atau sekitar 42 persen dari total penumpang KAI Sumut selama liburan.
Rata-rata harian KA Putri Deli mencapai 3.736 pelanggan, lebih tinggi 17 persen dari kapasitas harian yang disediakan sebanyak 3.180 tempat duduk. Anwar mengatakan antusiasme ini menunjukkan tingginya kebutuhan transportasi massal di jalur timur Sumatera Utara.
Program stimulus ekonomi berupa diskon tarif 30 persen dari harga tiket berhasil mengerek jumlah penumpang KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pulang-pergi. Selama masa promo, KAI Divre I Sumut menyediakan 7.632 tempat duduk, namun hingga program berakhir pada 5 Juli 2026, layanan itu dimanfaatkan oleh 8.944 pelanggan.
Tingkat okupansi mencapai 117 persen. "Program diskon transportasi yang dikucurkan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan tarif yang lebih terjangkau," ujar Anwar.
Anwar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama liburan. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi motivasi bagi KAI Divre I Sumatera Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu," katanya menambahkan. Pertumbuhan penumpang ini menjadi indikasi positif bagi pemulihan dan penguatan sektor transportasi kereta api di Sumatera Utara pasca-pandemi.