SUMATERA UTARA — Chery Auto secara resmi membuka pabrik perakitan di Rosslyn, Afrika Selatan, pada pekan lalu. Fasilitas ini menjadi pusat produksi utama untuk memasok kendaraan ke pasar Afrika dan negara-negara sekitarnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Chery untuk memperkuat kapasitas manufaktur di luar China.
Pabrik yang berlokasi di kawasan industri Rosslyn, dekat Pretoria, ini akan merakit sejumlah model SUV andalan Chery. Produksi lokal memungkinkan Chery menekan biaya logistik dan bea masuk, sehingga harga jual bisa lebih kompetitif di pasar Afrika. Selain itu, pabrik ini juga membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.
Chery menyebutkan bahwa fasilitas ini akan memproduksi model seperti Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro untuk pasar domestik Afrika Selatan dan negara tetangga. Langkah ini juga menjadi batu loncatan untuk ekspor ke kawasan Afrika bagian utara dan Eropa.
Pembukaan pabrik di Afrika Selatan bukan langkah pertama Chery dalam ekspansi global. Pabrikan ini sebelumnya telah membangun fasilitas di Brasil, Iran, dan Indonesia. Dengan tambahan pabrik di Rosslyn, kapasitas produksi global Chery semakin bertambah.
Chery menargetkan penjualan global yang lebih agresif pada tahun-tahun mendatang. Pasar Afrika dinilai memiliki potensi besar karena pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang meningkat. Dengan produksi lokal, Chery bisa lebih cepat merespons permintaan pasar dan menghindari hambatan regulasi impor.
Meski fokus utama pabrik Rosslyn adalah pasar Afrika, langkah ini juga berdampak pada strategi Chery di Indonesia. Dengan adanya pusat produksi baru di Afrika, Chery dapat memfokuskan pabrik mereka di Indonesia untuk memenuhi permintaan Asia Tenggara dan Australia. Ini berarti pasokan model-model Chery di Indonesia seharusnya lebih stabil.
Chery Indonesia sendiri saat ini masih mengimpor model seperti Tiggo 8 Pro dan Omoda 5 dalam bentuk completely knocked down (CKD) untuk dirakit di pabrik mereka di Bekasi. Dengan skala produksi global yang lebih besar, Chery berpotensi menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar Tanah Air.
Afrika Selatan merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di benua Afrika. Dengan hadirnya pabrik Rosslyn, Chery bisa bersaing langsung dengan pabrikan Jepang dan Korea yang sudah lebih dulu mapan. Keunggulan harga dan fitur yang ditawarkan Chery diyakini bisa menjadi daya tarik utama bagi konsumen Afrika.
Chery juga berencana memperkenalkan model listrik dan hybrid di Afrika dalam waktu dekat. Pabrik Rosslyn akan menjadi basis produksi untuk kendaraan ramah lingkungan tersebut, sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi.