MEDAN — Penghargaan Nugraha Sakanti yang diterima Polda Sumut bukan sekadar seremoni. Di baliknya, ada verifikasi ketat dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) yang dilakukan pada Juni 2026 lalu terhadap sejumlah program dan capaian institusi.
Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan, mengungkapkan bahwa Kapolda tidak mengikuti upacara Hari Bhayangkara di Mapolda Sumut karena harus menghadiri undangan di Jakarta. “Hari ini Bapak Kapolda tidak bisa hadir, karena menghadiri undangan ke Jakarta, menerima penghargaan dari Bapak Presiden RI, yaitu Nugraha Sakanti,” ucapnya usai upacara.
Salah satu poin yang paling disorot adalah respons cepat Polda Sumut saat bencana alam melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025. Dari ketiga wilayah terdampak, Polda Sumut dinilai paling sigap mulai dari evakuasi hingga pemulihan pascabencana.
“Dari Tiga Provinsi yang terdampak, Polda Sumut termasuk paling cepat lakukan penanganan bencana alam, mulai dari evakuasi sampai pemulihan,” sebut Sonny.
Dukungan logistik juga menjadi nilai tambah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polda Sumut menyalurkan sebanyak 326.000 paket nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Di bidang pemberantasan narkotika, Polda Sumut mencatat angka yang signifikan. Sejak 2024 hingga 2026, institusi ini telah menangani sekitar 17.000 kasus narkoba. Barang bukti yang diamankan disebut sangat besar dan diperkirakan setara dengan upaya penyelamatan sebanyak 26 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika.
Polda Sumut juga membangun 20 unit gedung baru dan merenovasi sembilan unit gedung untuk meningkatkan layanan publik. Beberapa di antaranya adalah Gedung SPKT, Samsat, dan pelayanan SKCK.
Keberhasilan mengamankan agenda nasional dan internasional juga menjadi pertimbangan. Mulai dari ajang F1 Powerboat di kawasan Danau Toba, pertandingan sepak bola, hingga pengamanan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 lalu.
“Contohnya pengamanan F1 Powerboat, pertandingan sepak bola, dan penanganan aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 lalu. Saat di daerah lain terjadi aksi anarkis, di Provinsi Sumatera Utara situasi tetap kondusif dan tidak terjadi aksi anarkisme,” imbuh Sonny.