TEBING TINGGI — Perayaan Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke-109 berlangsung di halaman Balai Kota, Rabu (1/7/2026), setelah rangkaian Sidang Paripurna di gedung dewan rampung. Seluruh pejabat daerah, mulai dari Staf Ahli Gubernur, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, perbankan, hingga Ketua MUI dan alim ulama turut hadir dalam acara tersebut.
Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih menyebut usia 109 tahun sebagai rekam jejak historis panjang yang lahir dari tumpah darah, perjuangan, dan kerja keras para pendahulu. Ia menegaskan parameter keberhasilan daerah tidak boleh terjebak pada modernisasi infrastruktur fisik semata.
“Tetapi juga dari kualitas manusianya, kekuatan ekonominya, kepedulian sosialnya, serta semangat kebersamaan masyarakatnya,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi, lanjut dia, akan terus menghadirkan pembangunan yang inklusif, pelayanan yang semakin baik, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Wali Kota menyerukan seluruh elemen—ASN, TNI, Polri, pelaku usaha, akademisi, pemuka agama, pemuda, dan perempuan—untuk memperkuat konsolidasi dan menepikan perbedaan egoistik.
Wali Kota mengajak warga proaktif merawat aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kerukunan beragama sebagai modal dasar pembangunan kota. “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan yang berhasil lahir dari sinergi dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis Kota Tebing Tinggi mampu menghadapi berbagai tantangan dan menjadi kota yang semakin maju, religius, makmur, dan sejahtera.
Puncak perayaan diisi dengan prosesi seremonial, pelepasan balon ke udara, dan pemotongan nasi tumpeng sebagai tanda syukur. Pemerintah Kota juga menyerahkan berbagai apresiasi berupa hadiah lomba, jaminan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta dukungan modernisasi sektor agraria.
Bantuan traktor merek Elshinta dan alat-alat pertanian penunjang diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani lokal. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan ekonomi pedesaan.