SUMATERA UTARA — Bertanding di Veer Savarkar Sports Complex, tim Merah Putih tampil perkasa sejak set pertama. Duel sengit langsung tersaji saat kedua tim saling kejar angka hingga 32-32, sebelum Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 34-32. Momentum itu menjadi titik balik perlawanan Korea Selatan.
Setelah merebut set pertama dengan susah payah, permainan Indonesia justru semakin trengginas. Anak asuh pelatih kepala tampil tanpa celah di set kedua. Pertahanan rapat dan serangan cepat membuat Korea Selatan tak berkutik, hanya mampu mengumpulkan 16 angka.
Pada set ketiga, Korea Selatan mencoba bangkit. Perlawanan sengit kembali terjadi hingga skor 23-23. Namun, tekanan mental dan penyelesaian akhir yang klinis dari para pemain Indonesia memastikan kemenangan 25-23 sekaligus mengunci gelar juara.
Pencapaian ini kontras dengan perjalanan tim di edisi sebelumnya. Pada 2024, Indonesia hanya finis di peringkat 11 — posisi terendah dalam sejarah keikutsertaan. Setahun berselang, skuad Merah Putih berhasil naik ke peringkat enam, dan kini langsung menjadi yang terbaik.
Ini menjadi bukti nyata perkembangan voli putra Indonesia di level Asia. Turnamen yang diikuti delapan tim terbaik Asia ini menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia layak diperhitungkan sebagai kekuatan baru.
PBVSI sebelumnya menargetkan posisi empat besar. Hasil juara ini jelas melebihi ekspektasi. Dengan gelar ini, Indonesia otomatis mendapat tiket ke ajang internasional yang lebih tinggi, meski jadwal dan lawan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Prestasi ini juga menjadi suntikan moral besar bagi voli Indonesia. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi pemain papan tengah di Asia, gelar AVC Men's Cup 2026 membuka jalan baru untuk bersaing di level elite.