Bulog Sumut Tambah Dua Gudang Beras di Deli Serdang, Stok Tersedia 59.000 Ton untuk Ketahanan Pangan

Penulis: Syafruddin Amir  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 10:51:31 WIB
Bulog Sumut menambah dua gudang beras di Deli Serdang dengan kapasitas total 15.000 ton.

MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara resmi menambah dua gudang penyimpanan beras di Kecamatan Tanjung Morawa dan Desa Semayang, Kabupaten Deli Serdang. Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto menyatakan bahwa kedua gudang tersebut memiliki kapasitas total 15.000 ton.

"Ada penambahan dua gudang di Kecamatan Tanjung Morawa dan Desa Semayang yang berada di Kabupaten Deli Serdang," ujar Budi Cahyanto di Medan, Sabtu.

Serapan Gabah Petani Capai 75 Persen

Penambahan gudang ini sejalan dengan realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional yang telah mencapai 3.008.626 ton beras. Angka tersebut setara dengan sekitar 75 persen dari target nasional sebesar empat juta ton yang ditetapkan pemerintah pada 2026.

Gabah yang terserap kemudian diolah menjadi beras untuk berbagai program pemerintah. Di antaranya adalah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana alam.

Target Serapan di Sumut Baru 43 Persen

Untuk wilayah Sumatera Utara, serapan gabah dari petani mencapai 29.984 ton atau setara 14.992 ton beras. Capaian ini terhitung sejak Januari hingga 3 Juni 2026.

"Pengadaan penyerapan beras 14.992 ton tersebut telah mencapai 43 persen dari target pengadaan beras tahun 2026 sebesar 35.000 ton," kata Budi.

Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan pokok, Bulog memiliki tugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Stok Beras di Gudang Capai 59.000 Ton

Budi menambahkan bahwa saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Sumatera Utara mencapai 59.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan pangan pokok di wilayah tersebut.

Dengan tambahan dua gudang baru, Bulog Sumut optimistis dapat memperkuat distribusi dan penyimpanan beras, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan atau kondisi darurat.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top