MEDAN — Sebanyak 156 wilayah dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi dalam Rakernas PSBI yang digelar di Balai Prajurit Kodam I/Bukit Barisan, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 101 wilayah hadir langsung, sementara 55 lainnya bergabung secara hibrida, termasuk satu perwakilan dari California, Amerika Serikat.
Keputusan utama yang dihasilkan dalam forum ini adalah penetapan waktu dan tempat pelaksanaan Pesta Bolon V PSBI pada 2027. Pesta Bolon merupakan tradisi yang digelar setiap lima tahun sebagai bentuk rasa syukur dan ajang pelestarian adat yang telah berlangsung sejak 700 tahun lalu.
Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Pol., menegaskan bahwa Rakernas kali ini menjadi forum krusial untuk merumuskan agenda besar organisasi tahun depan. "Melalui Rakernas di Medan ini, kita berkumpul untuk menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan Pesta Bolon V PSBI 2027. Pesta lima tahunan ini merupakan tradisi wajib sebagai bentuk rasa syukur," ujar Effendi.
Selain menjadi festival adat, Pesta Bolon V 2027 nanti juga akan menjadi momen penting bagi seluruh anggota marga Simbolon untuk memilih ketua umum PSBI yang baru.
Ketua Panitia Rakernas, Ganda Putra Simbolon, melaporkan bahwa seluruh biaya akomodasi dan operasional kegiatan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pengurus wilayah yang hadir. Konsep ini disebut sebagai inisiasi bersama antara panitia dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang didukung penuh oleh wilayah.
"Kami berharap ini menciptakan rasa saling memiliki yang semakin kuat di tubuh PSBI," ungkap Ganda.
Rakernas kali ini juga menjadi panggung bagi Konser Road to 165 Tahun HUT Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Konser yang berlangsung di Makodam itu merupakan titik ke-17 dari rangkaian safari perayaan menjelang puncak HUT ke-165 HKBP pada Oktober 2026.
Penampilan dari Paduan Suara Simbolon, Artis Simbolon, Divamora, Nabasa Trio, dan Marsada Band sukses menghibur sekitar seribu peserta yang hadir.
Di akhir arahannya, Effendi Simbolon kembali mengingatkan bahwa PSBI merupakan wadah yang inklusif. Meski anggotanya berasal dari latar belakang agama yang beragam, semuanya dipersatukan oleh satu darah dan silsilah yang sama.
"Sejak PSBI ini berdiri, seluruh anggota berasal dari semua agama. Kita semua ini adalah keturunan Simbolon," tegas Effendi.
Dengan rampungnya Rakernas ini, PSBI memasuki tahap persiapan menuju Pesta Bolon V 2027. Organisasi marga Simbolon ini kembali membuktikan eksistensinya dalam menjaga kelestarian adat sekaligus mempererat tali persaudaraan di tingkat nasional hingga internasional.