ASAHAN — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Balai resmi menobatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan sebagai instansi terbaik dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Tanjung Balai, Jakson Sunario Panjaitan, pada Kamis (07/05/2026).
Penilaian tersebut didasari atas kepatuhan dan akurasi BNN Asahan dalam melaporkan pendapatan negara yang bersumber dari layanan pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN). Sejak dinakhodai Adrea Retha Zulhelfi mulai September 2023, instansi ini menunjukkan tren positif dalam tata kelola keuangan negara sekaligus peningkatan volume layanan masyarakat.
Kepala BNN Kabupaten Asahan, Adrea Retha Zulhelfi menjelaskan bahwa kunci utama raihan penghargaan ini adalah komitmen pada efisiensi birokrasi. Pihaknya menerapkan standar layanan SKHPN yang selesai hanya dalam waktu 15 menit setelah pemohon melakukan pembayaran ke kas negara.
“Kami ucapkan terimakasih kepada warga Asahan, Tanjung Balai, dan Batubara yang telah mempercayakan layanan SKHPN pada kami,” ujar Adrea saat memberikan keterangan di gedung BNN Asahan, Kamis (07/05/2026).
Meski mengedepankan kecepatan, Adrea memastikan aspek akurasi medis tetap menjadi prioritas utama. Proses pemeriksaan urin di BNN Asahan menggunakan standar tujuh parameter alat tes untuk menjamin validitas hasil pemeriksaan bagi setiap pemohon yang datang ke klinik instansi tersebut.
Berdasarkan data internal, BNN Asahan mencatatkan lonjakan signifikan jumlah pemohon SKHPN. Pada tahun 2024 saja, tercatat ada 1.236 pemohon yang mengurus surat keterangan bebas narkoba. Jika ditotal dalam kurun waktu dua tahun delapan bulan terakhir, jumlah pemohon telah menembus angka 2.000 orang.
Tingginya angka pemohon ini berdampak langsung pada peningkatan setoran PNBP ke kas negara yang dikelola secara transparan. Adrea menyebut capaian ini merupakan hasil bimbingan Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, yang menekankan pentingnya soliditas tim dalam pelayanan publik.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Tim BNN Asahan yang solid dalam layanan SKHPN dan keuangan, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen, bendahara, dokter, hingga petugas layanan klinik. Soliditas inilah yang membuat penghargaan ini tercapai,” ungkapnya.
Penghargaan peringkat pertama PNBP ini menambah deretan prestasi BNN Asahan di bawah kepemimpinan Adrea. Sebelumnya, instansi ini juga menerima piagam penghargaan peringkat ketiga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Inspiratif Semester I Tahun 2025 dari KPPN Tanjung Balai.
Berbekal pengalaman sebagai mantan Bendahara Pengeluaran serta Kepala Subbagian Gaji di Biro Keuangan Sekretariat Utama BNN-RI, Adrea menegaskan akan terus menjaga kualitas tata kelola anggaran. Pihaknya berkomitmen menjadikan apresiasi dari KPPN sebagai pemacu untuk meningkatkan standar perbendaharaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai upaya terus meningkatkan kualitas perbendaharaan di kantor kami sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Adrea.