Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 60 ton beras SPHP dan 16.000 liter Minyakita dalam bazar menyambut HUT ke-81 TNI. Penyaluran menyasar sedikitnya delapan titik di Medan, Sibolga, dan sejumlah kabupaten, dengan harga beras Rp58.000 per lima kilogram dan Minyakita Rp15.000 per liter.
MEDAN — Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menyebut kerja sama dengan TNI bertujuan agar beras SPHP merata ke seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, TNI merupakan institusi negara dengan jaringan yang sangat luas.
"Penyaluran beras SPHP dan Minyakita di agenda bazar TNI tersebut semakin menyebarkan bahan pangan murah untuk masyarakat, sekaligus upaya bersama dalam pengendalian inflasi daerah," ujar Budi di Medan, Rabu.
Delapan Titik Penyaluran, dari Lapangan Benteng hingga Tapanuli Utara
Penyaluran beras SPHP dalam bazar tersebut menyebar di sejumlah lokasi. Titiknya meliputi Lapangan Benteng Medan, Korem Kawal Samudera Sibolga, Kodim Medan, Kodim Asahan, Kodim Tanah Karo, Kodim Dairi, Kodim Simalungun, dan Kodim Tapanuli Utara.
Harga di tingkat bazar dipatok Rp58.000 per lima kilogram atau setara Rp11.600 per kg untuk beras SPHP. Adapun Minyakita dijual Rp15.000 per liter, di bawah harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
Total Penyaluran SPHP di Sumut Capai 41.211 Ton
Bulog Sumut tidak hanya mengandalkan bazar TNI. Penyaluran berjalan lewat Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta saluran distribusi lain agar masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau.
"Secara total, penyaluran beras SPHP di Sumut 41.211 ton bang dari maret 2026 hingga hari ini," kata Budi.
Jajaran Bulog juga mengikuti koordinasi untuk melaksanakan pemantauan dan operasi pasar secara bersamaan di berbagai daerah. Langkah itu untuk mengecek harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, serta memastikan intervensi pangan berjalan efektif.
Imbauan agar Warga Tidak Belanja Berlebihan
Budi mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan beras SPHP terus diupayakan tersedia secara bertahap di pasar dan jaringan pengecer resmi lainnya.
Bazar bersama TNI menjadi salah satu kanal penyaluran yang menyasar langsung warga di wilayah komando setempat. Dengan jaringan kodim dan korem yang tersebar, distribusi bahan pangan murah diharapkan menjangkau daerah yang selama ini sulit diakses pasar reguler.