Panduan IDAI Jaga Kesehatan Anak dari Kabut Asap Karhutla

Penulis: Mukhtar Latif  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:51:31 WIB
IDAI menerbitkan panduan resmi untuk melindungi anak dari dampak kabut asap karhutla, termasuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

SUMATERA UTARA — Polusi udara akibat karhutla bukan sekadar kabut yang mengganggu pemandangan. Bagi anak-anak, paparan asap bisa memicu gangguan pernapasan akut, iritasi mata, hingga memperberat kondisi jika si kecil punya riwayat alergi atau asma. Sayangnya, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dan sistem imunnya pun belum sekuat orang dewasa.

Menghadapi situasi darurat ini, IDAI telah menerbitkan panduan resmi melalui akun Instagram-nya. Panduan ini dirancang khusus untuk membantu orang tua, terutama ibu muda, melindungi buah hati dari bahaya polusi udara yang ekstrem.

Kunci Utama: Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Langkah paling krusial yang bisa Bunda lakukan sekarang adalah meminimalkan interaksi anak dengan udara luar. Selama masa krisis kabut asap, anak-anak disarankan untuk beraktivitas penuh di dalam rumah. Pastikan seluruh pintu dan jendela tertutup rapat agar asap tidak masuk ke dalam hunian.

Jika memungkinkan, gunakan pendingin ruangan (AC) dengan mode sirkulasi udara tertutup. IDAI juga sangat menganjurkan penggunaan air purifier atau pemurni udara untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap bersih dan aman bagi saluran pernapasan anak.

Hentikan Sementara Aktivitas yang Menambah Polusi di Dalam Rumah

Selain menyaring udara dari luar, Bunda juga perlu memperhatikan sumber polusi dari dalam rumah. IDAI menegaskan agar segala bentuk aktivitas rumah tangga yang berpotensi menambah polusi udara indoor dihentikan sementara waktu.

Hindari membakar sampah, menggunakan obat nyamuk bakar, atau melakukan kegiatan memasak dengan asap berlebih di dalam ruangan. Ini penting dilakukan agar kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga, meskipun pintu dan jendela sudah tertutup rapat.

Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter

Meski sudah berada di dalam rumah, Bunda tetap harus waspada terhadap gejala gangguan pernapasan pada anak. Segera konsultasikan ke dokter jika si kecil mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, napas berbunyi, atau demam tinggi.

Perhatikan juga tanda-tanda iritasi seperti mata merah dan berair, atau keluhan nyeri tenggorokan. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional, karena kesehatan dan tumbuh kembang anak adalah prioritas utama di tengah kondisi darurat kabut asap ini.

Dengan mengikuti panduan dari IDAI dan tetap tenang, Bunda sudah mengambil langkah terbaik untuk melindungi keluarga dari dampak karhutla. Tetap jaga kesehatan dan semangat, ya!

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top