MEDAN — Lonjakan harga pangan di Kota Medan memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memastikan diri untuk tidak berhenti pada sekadar inspeksi mendadak (sidak) di pasar, melainkan akan membedah rantai distribusi dari tingkat pemasok hingga pedagang. Langkah ini diambil untuk menemukan penyebab kenaikan harga yang dikeluhkan warga, bukan hanya sekadar mencatat harga eceran di lapangan.
Sidak yang dilakukan di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing pada Kamis (27/8/2026) menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, menyebut pihaknya akan menemui langsung para pemasok untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi pasokan.
"Langkah-langkahnya akan kami jumpai pemasoknya," ujar Citra di lokasi sidak.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius adalah daging ayam. Di tingkat pedagang, harga ayam terpantau mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Kenaikan ini diduga kuat dipicu oleh berkurangnya pasokan yang masuk ke pasar-pasar tradisional di Medan.
Untuk komoditas ini, Pemkot Medan akan berkoordinasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH). Pemerintah ingin memastikan pasokan tetap tersedia sekaligus mengurai persoalan yang terjadi dalam mata rantai distribusi ayam dari peternak hingga ke lapak pedagang.
Penelusuran tidak hanya tertuju pada ayam. Pemkot Medan juga akan mengusut komoditas lain yang harganya merangkak naik, seperti cabai dan bawang merah. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah memahami bahwa perubahan harga di pasar sering kali merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam, yaitu gangguan pasokan.
"Sidak ini sesuai arahan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Masyarakat banyak yang mengeluh harga. Jadi kita ingin mengetahui secara langsung," kata Citra menambahkan.
Hasil penelusuran rantai pasok ini akan menjadi dasar bagi Pemkot Medan untuk menentukan langkah pengendalian harga ke depan. Jika ditemukan titik sumbatan di distribusi, intervensi akan difokuskan di sana, bukan sekadar menekan harga di tingkat pengecer.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Medan menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Program ini bertujuan menjaga ketersediaan komoditas sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah gejolak harga saat ini.
Dengan pendekatan ini, persoalan kenaikan harga pangan di Medan ditangani dari hulu ke hilir. Pemkot tidak hanya melihat harga yang tampak di permukaan, tetapi juga menyelidiki kondisi pasokan dan distribusi dari pemasok sampai ke pasar sebagai dasar menentukan intervensi yang tepat sasaran.