LANGKAT — Kesadaran memilih makanan bergizi sejak usia sekolah menjadi fokus utama program Srikandi Movement UBP Pangkalan Susu. Lewat agenda Goes to School, para siswa diajak memahami bahwa jajanan bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan penentu energi untuk belajar dan tumbuh kembang.
Dokter Perusahaan, dr. Ayu Riza Hani, menekankan pentingnya keseimbangan gizi dalam setiap porsi makanan yang dikonsumsi anak-anak. Ia mengingatkan komposisi ideal yang harus dipenuhi, yakni 50 persen sayur, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat.
"Semua anak-anak yang hadir di sini lebih bisa bijak lagi dalam memilih makanan dengan mengingat dan menjaga keseimbangan porsi dan gizi makanan," ujarnya di hadapan para siswa.
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa menerima sejumlah pesan praktis yang bisa langsung diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah. Materi yang disampaikan mencakup cara mengidentifikasi jajanan yang aman dari segi kebersihan, kandungan gizi, hingga cara penyajiannya.
Menurut dr. Ayu, kebiasaan mengonsumsi makanan yang salah dapat berdampak langsung pada konsentrasi dan stamina siswa di kelas. Karena itu, ia mendorong anak-anak untuk membatasi asupan makanan terlalu manis, asin, atau berminyak.
"Jadilah anak yang cerdas dalam memilih jajanan. Perhatikan kebersihan, kandungan gizi dan keamanan makanan. Jajanan cerdas, tubuh sehat, belajar lebih semangat dan prestasi pun meningkat," pesan dr. Ayu kepada para pelajar.
Untuk memastikan materi terserap dengan baik, para Srikandi memberikan kuis interaktif di sela-sela acara. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda yang lebih sadar kesehatan. Dengan membiasakan diri memilih jajanan secara cerdas, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, aktif, dan memiliki energi cukup untuk meraih prestasi optimal.