SUMATERA UTARA — detikOto memergoki beberapa unit mobil yang diduga kuat sebagai Luxeed R7 melintas di ruas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di kawasan Pondok Gede-Halim, Jakarta, Selasa (25/8/2026). Mobil-mobil tersebut masih menggunakan pelat nomor putih-merah khas kendaraan uji coba, dengan logo pabrikan yang sengaja ditutup lakban hitam.
Meski identitasnya disembunyikan, bentuk lampu belakang single unit yang menyatu menjadi ciri khas yang sulit disembunyikan. Dari siluetnya, kendaraan ini jelas mengusung gaya crossover fastback dengan garis atap yang ramping — ciri desain yang diusung Luxeed R7 di pasar global.
Luxeed R7 bukan sekadar SUV listrik biasa. Dengan panjang 4.982 mm, lebar 1.981 mm, dan tinggi 1.650 mm, dimensinya berada di kelas menengah-atas. Jarak sumbu roda 2.950 mm memberikan ruang kabin yang lega, khas mobil listrik berbasis platform khusus EV.
Angka yang paling menarik justru ada pada koefisien hambatan udara. Luxeed R7 mencatatkan 0,219 Cd — lebih rendah dari Tesla Model Y. Secara teknis, ini berarti mobil lebih senyap saat melaju di kecepatan tinggi dan konsumsi energinya lebih efisien di jalan tol. Untuk pasar Indonesia yang banyak tol bertol, ini nilai jual yang relevan.
Di China, Luxeed R7 ditawarkan dalam dua varian besar. Pertama, BEV (Battery Electric Vehicle) murni yang tersedia dalam tiga tingkat trim:
Kedua, varian EREV (Extended Range Electric Vehicle) yang menggabungkan motor listrik dengan mesin empat silinder 1.5 liter turbo sebagai generator. Tangki bahan bakarnya berkapasitas 67 liter — angka yang cukup besar untuk mobil sekelasnya. Konsep ini menarik untuk pasar Indonesia yang masih khawatir dengan infrastruktur charging.
Bagian dalam Luxeed R7 menjadi ajang pamer teknologi Huawei. Sistem operasi HarmonyOS 4 menggerakkan layar kendali pusat 15,6 inci dan panel instrumen LCD 12,3 inci. Ini bukan sekadar head unit biasa — ekosistem Huawei memungkinkan integrasi mulus dengan perangkat lain buatan perusahaan tersebut.
Fitur kursi menjadi sorotan utama. Seluruh varian dilengkapi ventilasi, pemanas, dan pijat. Kursi penumpang depan mengusung konsep zero-gravity dengan pengaturan elektrik 18 arah, pijat 10 titik, dan penyangga kaki berpemanas sepanjang 340 mm. Ini kelas fitur yang biasanya baru ditemui di mobil Eropa premium jauh di atas harga Luxeed R7.
Panel surya atap panoramic sunroof juga menjadi perlengkapan standar di semua lini model.
Kehadiran Luxeed R7 di jalanan Jakarta adalah sinyal kuat bahwa peluncuran resmi tinggal menunggu waktu. Namun ada beberapa catatan yang perlu menjadi pertimbangan pembeli:
Yang juga menarik diamati adalah strategi Huawei di Indonesia. Perusahaan teknologi asal China ini tidak akan mudah masuk pasar otomotif tanpa mitra lokal yang kuat — dan Chery, yang sudah punya pabrik di Indonesia, adalah pasangan yang logis. Jika benar diluncurkan tahun ini, Luxeed R7 akan menjadi salah satu peluncuran EV paling dinanti di pasar Tanah Air.