MEDAN — Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada Rabu (26/8) pagi menunjukkan sinyal yang kontras. Di tengah mayoritas bursa Asia yang menghijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berbalik ke zona merah setelah sempat dibuka menguat di level 6.507. Namun, secara teknikal, indeks masih memiliki peluang untuk menembus level psikologis 6.400.
Gunawan Benjamin menjelaskan, pasar tampak masih mencerna sejumlah sentimen global yang sempat terlewat akibat libur perdagangan sebelumnya. Salah satunya adalah ancaman Washington untuk menjatuhkan sanksi sekunder dan isolasi ekonomi terhadap semua negara yang tetap menjalin kerja sama dagang dengan Iran.
"Sejauh ini China dikabarkan menolak sanksi AS tersebut," ujar Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (26/8) pagi. Sikap Beijing ini memberikan isyarat bahwa potensi eskalasi konflik yang meluas masih berpeluang terjadi, meskipun sentimen tersebut belum berdampak signifikan terhadap kinerja sektor keuangan domestik.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga tengah menantikan agenda fit and proper test untuk calon tunggal Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini. Agenda ini menjadi perhatian utama karena akan menentukan arah kebijakan moneter ke depan.
Di pasar valuta asing, mata uang Garuda terpantau menguat dan ditransaksikan di kisaran level 17.685 per dolar AS. Penguatan ini terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil di level 98,9, yang biasanya menjadi penekan bagi mata uang negara berkembang.
"Kinerja USD Index yang stabil juga tidak berpotensi memicu tekanan pada mata uang Rupiah. Diperkirakan Rupiah bergerak sideways dalam rentang 17.650 hingga 17.730 per US Dolar," kata Gunawan. Sementara itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 6.400 hingga 6.530 pada perdagangan hari ini.
Di sisi lain, harga emas dunia justru menunjukkan tren positif. Logam mulia ini ditransaksikan menguat ke level US$ 4.661 per ons troy, atau setara sekitar Rp 2,66 juta per gram. Pergerakan ini menjadi magnet tersendiri bagi investor yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik.
"Harga emas pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan tren penguatan mendekati level psikologis US$ 4.700 per ons," pungkasnya. Penguatan harga emas ini kerap diikuti oleh kenaikan harga emas batangan di dalam negeri, termasuk di toko-toko emas di wilayah Sumatera Utara.