MEDAN — Para pemburu bocoran GTA VI di Sumatera Utara dan seluruh Indonesia kini menghadapi ancaman siber baru. File ISO palsu berukuran 113GB yang beredar di situs torrent terbukti menyembunyikan payload berbahaya berukuran sekitar 50KB di dalam file raksasa tersebut.
Ukuran file yang sangat besar sengaja dibuat agar terlihat seperti rilis game asli, padahal hampir seluruh isinya adalah data kosong berupa angka nol. Modus ini dirancang untuk mengeksploitasi antusiasme penggemar yang menunggu perilisan resmi game besutan Rockstar Games tersebut.
Analisis terhadap file tersebut mengungkapkan adanya perintah PowerShell yang dirancang untuk menambahkan drive sistem ke daftar pengecualian pemindaian Windows Defender. Perintah lain disebutkan dapat menghentikan perangkat lunak keamanan lainnya, sehingga malware dapat beroperasi dengan leluasa setelah pengguna menjalankan file di perangkat Windows mereka.
Seorang peneliti online dengan akun @Aidas29506493 di X menyatakan, "Saya melakukan reverse engineering dan mengonfirmasi bahwa file ini sepenuhnya palsu dan penuh virus." Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa file ISO palsu ini merupakan upaya kriminal untuk mengeksploitasi penggemar.
File ISO mencurigakan ini mulai beredar setelah munculnya kembali minat terhadap materi bocoran GTA VI dan klaim adanya build game lengkap. Seorang pembocor yang dikenal sebagai Cyberleek dilaporkan telah membagikan materi gameplay dan peta fiksi Leonidas, sambil menuntut perubahan dari Rockstar.
Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar, juga telah meminta informasi dari Microsoft untuk mengidentifikasi pengguna yang terhubung dengan tiga server Discord yang diduga terkait kebocoran tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa file game yang belum dirilis dapat membawa risiko keamanan lebih besar dibandingkan perangkat lunak bajakan biasa.
Penggemar yang mengunduh file semacam itu berisiko kehilangan kata sandi, file pribadi, data browser, atau informasi lainnya jika kode berbahaya berhasil mengakses sistem tanpa terdeteksi. Payload yang tersembunyi bisa berupa ransomware yang mengenkripsi data korban.
Namun, ukuran file saja tidak memberikan bukti bahwa salinan yang diduga tersebut mengandung aset game asli atau kode eksekusi dari Rockstar. Verifikasi independen terhadap temuan teknis tersebut masih terbatas saat ini.
Rockstar telah menjadwalkan rilis resmi Grand Theft Auto VI pada bulan November, memberikan alternatif yang sah bagi para pemain dibandingkan salinan tidak resmi. Sampai saat itu tiba, klaim seputar build bocoran dan dugaan ISO harus diperlakukan dengan hati-hati karena file-file tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen sebagai asli.
Para penggemar disarankan untuk tidak mengunduh file yang tidak jelas asal-usulnya dan menunggu rilis resmi dari Rockstar untuk menghindari risiko keamanan yang tidak perlu. Kasus ini menjadi peringatan kuat bahwa ancaman malware meningkat seiring tingginya minat terhadap konten eksklusif.