SUMATERA UTARA — Pergerakan IHSG pada Selasa (18/8) yang dibuka dengan gap up menjadi sinyal awal berlanjutnya penguatan. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai indeks saat ini berada pada fase akhir pembentukan wave W, dengan indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish.
"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," tulis Ivan dalam risetnya, Rabu (19/8).
Ia memperkirakan support IHSG berada di level 6.267, 6.042, dan 5.887. Sementara itu, resistance diprediksi ada di angka 6.545, 6.700, dan 6.835. Level resistance 6.545 merupakan fibonacci retracement yang menjadi target terdekat penguatan.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sentimen pasar saat ini mixed cenderung positif. Investor masih mencermati pengumuman keputusan BI Rate dan mewaspadai dampak lonjakan harga energi sebelum melakukan akumulasi saham secara masif.
Dari sisi global, ketidakpastian hubungan AS-Iran serta risiko di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent menembus US$ 92 per barel, sementara WTI menyentuh US$ 85. Kenaikan ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Yield Treasury tenor 30 tahun bahkan sempat menembus level tertinggi dalam 19 tahun di angka 5,33%, memperkuat kekhawatiran inflasi jangka panjang. Kombinasi higher-for-longer yields dan harga energi yang tinggi ini menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Meski ada tekanan global, Nafan menilai situasi ini justru menguntungkan saham-saham sektor energi dan komoditas. Ia merekomendasikan tiga saham untuk diperdagangkan hari ini:
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, termasuk PGEO dan AMRT. Saham-saham energi dan barang konsumsi menjadi pilihan utama para analis di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Bagi investor, level support dan resistance menjadi panduan penting untuk menentukan titik entry. Support adalah area harga yang diyakini sebagai titik terendah sementara, di mana harga umumnya berbalik naik karena peningkatan pembelian. Sebaliknya, resistance adalah titik tertinggi yang biasanya memicu aksi jual cukup besar sehingga menahan laju kenaikan harga.
Investasi mengandung risiko.