Bobby Nasution Pilih Berdiri di Tengah Lapangan Saat Upacara HUT ke-81 di Deli Serdang, Bukan di Mimbar

Penulis: Mukhtar Latif  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 16:46:31 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengikuti upacara HUT ke-81 di Lapangan Astaka, Deli Serdang, dengan berdiri di tengah lapangan tanpa menggunakan mimbar.

DELI SERDANG — Upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Lapangan Astaka berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forkopimda Sumut, organisasi kemasyarakatan, pelajar, ASN, hingga tamu kehormatan dari negara sahabat. Keputusan Gubernur Bobby Nasution untuk tidak menggunakan mimbar menjadi pemandangan yang tak biasa dalam agenda pemerintahan.

Bukan Sekadar Simbol, Ada Pesan Pemerataan

Usai upacara, Bobby langsung menegaskan arah kebijakannya ke depan. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi dan pemerataan pembangunan menjadi prioritas utama dalam mengisi kemerdekaan.

"Terkait inflasi, ya kita berupaya agar bagaimana harga bahan terutama kebutuhan pokok di semua daerah itu sama. Khususnya di Kepulauan Nias, kita akan membangun Gudang Pangan di sana. Tujuannya, supaya harga di sana dan di Pulau Sumatera, sama," kata Bobby.

Gudang Pangan di Nias untuk Tekan Biaya Distribusi

Langkah membangun Gudang Pangan di Kepulauan Nias dinilai strategis. Wilayah kepulauan selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses dan biaya distribusi tinggi yang membuat harga kebutuhan pokok lebih mahal dibandingkan wilayah di Pulau Sumatera.

"Sebagaimana arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh daerah. Karenanya kita ingin hadirkan itu di sana (Kepulauan Nias)," ujarnya.

Apa Dampaknya bagi Warga Kepulauan Nias?

Kehadiran gudang pangan diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok bagi masyarakat di gugusan pulau tersebut. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai, disparitas harga antara Nias dan wilayah lain di Sumatera Utara bisa ditekan.

Bagi Bobby, pemerataan pembangunan adalah bentuk nyata dari kemerdekaan. Wilayah yang selama ini terisolasi secara geografis tidak boleh tertinggal dalam hal akses terhadap kebutuhan pokok dan pembangunan infrastruktur.

Momen upacara kali ini pun menjadi penanda gaya kepemimpinan yang berbeda. Dengan berdiri di tengah lapangan, Bobby ingin menunjukkan bahwa pemerintahan harus hadir di tengah rakyat, bukan hanya memberi arahan dari kejauhan.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: sumutkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top