SUMATERA UTARA — PT Pertamina Patra Niaga mengirim 20 juta liter Pertalite ke Bali pada Jumat (16/10/2026) untuk mengejar target stok 48 juta liter sehari kemudian. Pasokan tambahan itu menyusul habisnya stok di sejumlah SPBU yang membuat permintaan masyarakat sempat tidak terlayani.
Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersandar di dua terminal berbeda pada hari yang sama. MT Pangkalan Brandan membawa 16 juta liter Pertalite ke Integrated Terminal Manggis, sementara MT Asian Rigel mengangkut 4 juta liter ke Fuel Terminal Sanggaran. Keduanya menjadi tulang punggung penambahan pasokan di Pulau Dewata.
Langkah ini diambil setelah stok di sejumlah SPBU habis dalam beberapa hari terakhir. Pertamina menargetkan stok Pertalite di Bali menyentuh 48 juta liter pada Sabtu (17/10/2026), jumlah yang diperkirakan setara kebutuhan sekitar dua minggu dalam kondisi pasokan aman.
Konsumsi Harian 2,2 Juta Liter, Penyaluran Tembus 3 Juta Liter
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membeberkan angka konsumsi normal Pertalite di Bali. Rata-rata kebutuhan harian mencapai 2,2 juta liter yang dipenuhi melalui IT Manggis dan FT Sanggaran.
Namun dalam tiga hari terakhir, yakni 13-15 Oktober, penyaluran ke SPBU melonjak ke rata-rata 3 juta liter per hari. Angka itu jauh di atas konsumsi normal.
"Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian ini dilakukan untuk membantu memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU habis," jelas Ahad.
Artinya, lonjakan penyaluran bukan semata akibat konsumsi yang naik, melainkan untuk menambal kebutuhan yang tertunda saat stok kosong.
66 SPBU Beroperasi 24 Jam, 108 Mobil Tangki Disiagakan
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina menyiapkan 66 SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam. Sebanyak 42 unit berada di Kota Denpasar dan 24 unit di Kabupaten Badung.
Dua terminal utama, IT Manggis dan FT Sanggaran, juga dioperasikan nonstop. Pertamina mengerahkan 108 mobil tangki beserta 465 awak untuk menyalurkan BBM ke seluruh titik layanan. Sebagian armada tangki bahkan dialihkan dari Banyuwangi ke Bali guna menambah kapasitas angkut.
Dukungan personel datang dari Kodam IX/Udayana. Pertamina berkoordinasi dengan komando daerah itu untuk kebutuhan operasional sekaligus menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Pembatasan Pengisian: Maksimal 20 Liter untuk Mobil, 3 Liter untuk Motor
Di sisi hilir, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Bali menyepakati pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 20 liter, sedangkan roda dua 3 liter. Pengaturan itu telah mendapat persetujuan Gubernur Bali.
Kebijakan ini menyasar pembeli yang berpotensi menimbun atau mengalihkan BBM bersubsidi ke pihak lain. Bagi pengendara harian, batas tersebut masih mencukupi kebutuhan normal.
"Kami terus mengevaluasi kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Ahad.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas pengertian masyarakat.
Bagi warga Bali, tambahan 20 juta liter ini menjadi sinyal bahwa pasokan dijadwalkan kembali normal dalam hitungan hari. Bagi Pertamina, kejadian ini menjadi ujian ketahanan rantai distribusi regional Jatimbalinus, terutama saat permintaan melonjak dan stok di lapangan menipis.