ASAHAN — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi membuka langsung gelaran Kisaran Science Olympiade 2026 yang dipusatkan di Universitas Asahan (UNA). Ajang sains tingkat provinsi itu diikuti pelajar dan guru dari sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Direktur Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) Fahrurozi Panjaitan SPd MM menyebut peserta yang berlaga mencapai 2.061 orang. Jumlah itu tersebar di empat jenjang: SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, serta kategori guru.
“Peserta berprestasi akan dibawa ke Bandung mengikuti tingkat nasional. Dari kompetisi ini dipilih 15 peraih medali perunggu, 10 peraih medali perak dan 5 peraih medali emas,” kata Fahrurozi.
5 Medali Emas Jadi Tiket ke Bandung
Lima peraih medali emas dari Kisaran Science Olympiade 2026 berhak melanjutkan ke kompetisi tingkat nasional di Bandung. Selain emas, panitia menyiapkan 10 medali perak dan 15 medali perunggu bagi peserta dengan nilai terbaik.
Seleksi berjenjang ini menjadi jalur resmi bagi pelajar Sumatera Utara untuk mengukur kemampuan di bidang sains. POSI menempatkan ajang ini sebagai panggung persiapan sebelum berhadapan dengan peserta dari provinsi lain.
Rektor UNA: Olimpiade Bukan Sekadar Hadiah
Rektor Universitas Asahan Assoc Prof Dr Mangaraja Manurung menilai keikutsertaan dalam olimpiade punya nilai lebih dari sekadar mengejar hadiah. Menurutnya, kompetisi menjadi ruang mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa mendatang.
Mangaraja menyampaikan terima kasih kepada POSI, Pemkab Asahan, dan masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. UNA, katanya, mendukung penuh kegiatan yang mendorong kemajuan dunia pendidikan.
Harapan Bupati: POSI Gandeng Dinas Pendidikan
Bupati Asahan berharap Kisaran Science Olympiade dapat memacu peserta meningkatkan kemampuan. Ia juga meminta setiap kegiatan POSI melibatkan Dinas Pendidikan serta pihak terkait di bidang sains dan teknologi, agar kegiatan serupa bisa kembali digelar di Asahan.
“Kita berharap kegiatan ini bermanfaat bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air serta semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Bupati.
Gelaran tahun ini menempatkan Asahan sebagai tuan rumah bagi pelajar berprestasi dari berbagai daerah di Sumut. Setelah penetapan peraih medali, POSI akan menyiapkan tahap pembinaan menuju kompetisi nasional di Bandung.