SUMATERA UTARA — Puncak stupa Wat Mai Nong Hoi di Distrik Doi Lo, Chiang Mai, Thailand, ambruk pada Selasa pagi 3 November 2026 sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Material bata dan mortar berjatuhan di dasar bangunan, sementara pemerintah setempat langsung menutup area terdampak dengan pita pengaman. Belum ada jadwal kapan kawasan diperbolehkan kembali diakses pengunjung.
Wali Kota Santisuk, Watcharaphong Wannamai, memerintahkan petugas memasang barikade di sekeliling stupa yang rusak. Pemerintah daerah juga mulai mendata kerusakan dan menghubungi instansi pengelola benda purbakala serta tenaga teknik untuk menilai kondisi struktur.
Rekaman kamera pengawas di sekitar kuil menangkap detik-detik keruntuhan. Bagian atas bangunan mulai ambruk setelah terdengar suara retakan, dan sejumlah orang di sekitar lokasi tampak terkejut saat material jatuh. Kantor Kepala Biksu Wilayah 7 langsung menerbitkan pemberitahuan darurat.
Kepala Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Provinsi Chiang Mai, Watthana Sakorn, menyebut hujan lebat pada malam sebelum kejadian sebagai dugaan awal penyebab keruntuhan. Air diduga tertahan di dalam struktur stupa cukup lama sehingga tanah bagian dalam melemah dan tak lagi mampu menopang bagian atas bangunan.
Dugaan itu belum final. Pemeriksaan teknis masih diperlukan untuk memastikan penyebab sebenarnya, dan tim gabungan dari Kantor Urusan Buddha, Departemen Seni Rupa Thailand, unsur militer pembangunan, kantor distrik Doi Lo, serta aparat administrasi setempat sudah turun ke lokasi.
Tidak ada laporan korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Aparat tetap menutup perimeter karena bagian struktur yang masih berdiri perlu diperiksa sebelum kawasan dinyatakan aman. Hingga kini belum ada keterangan resmi soal jadwal pembukaan kembali area yang dibarikade.
Belum dipastikan apakah seluruh kompleks Wat Mai Nong Hoi ditutup untuk umum. Jika area utama kuil masih menerima pengunjung, akses ke bagian lain tetap mengikuti ketentuan pengelola. Wisatawan yang hendak datang sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari pemerintah daerah atau pengelola kuil sebelum berangkat.
Pengunjung diminta tidak melewati pita pengaman, barikade, atau tanda larangan di sekitar stupa. Hindari pula memotret dari jarak dekat bila harus melintasi batas pengamanan. Puing bangunan jangan disentuh atau dipindahkan, dan jangan berdiri di bawah bagian struktur yang terlihat retak.
Ikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi. Aturan umum di kuil Thailand tetap berlaku: kenakan pakaian yang menutupi bahu dan lutut, lepas alas kaki sebelum masuk ruang ibadah, jaga ketenangan, dan patuhi larangan foto di area tertentu.
Wat Mai Nong Hoi berdiri pada 1989 atas inisiatif warga setempat sebagai tempat ibadah dan kegiatan masyarakat. Stupa di kompleks ini menjadi lokasi umat Buddha berdoa dan menjalankan kegiatan keagamaan. Dalam tradisi setempat, bangunan suci ini disebut phra that.
Pemerintah setempat memperkirakan pembangunan ulang stupa membutuhkan anggaran sekitar 20 juta baht atau Rp 9 miliar pada tahun depan. Bentuk bangunan sebelumnya akan dipertahankan, tetapi jadwal pengerjaan belum ditetapkan karena pemeriksaan struktur masih berjalan.
Bagi traveler yang menyusun itinerary Chiang Mai dalam waktu dekat, Wat Mai Nong Hoi sebaiknya ditempatkan sebagai kunjungan opsional hingga status aksesnya jelas. Kuil-kuil lain di Distrik Doi Lo tetap bisa jadi alternatif, dengan catatan protokol berpakaian dan etika ibadah diterapkan penuh.