Komisaris Pelindo: Modernisasi Pelabuhan Kunci Tekan Biaya Logistik

Penulis: Hamzah Effendi  •  Senin, 02 November 2026 | 14:37:31 WIB
Komisaris Pelindo Arief Poyuono menilai modernisasi pelabuhan menjadi faktor strategis untuk menekan biaya logistik.

SUMATERA UTARA — Komisaris Pelindo Arief Poyuono menilai modernisasi pelabuhan menjadi faktor strategis untuk menekan biaya logistik, memperkuat daya saing perdagangan, dan memperluas penerimaan negara. Menurutnya, pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat, melainkan simpul rantai pasok yang menentukan biaya distribusi dan produktivitas industri nasional.

Arief Poyuono menempatkan pelabuhan sebagai salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi. Dalam pandangannya, peningkatan infrastruktur, penerapan teknologi, dan perbaikan tata kelola pelabuhan dapat memperlancar arus barang sekaligus memperkuat keterhubungan industri domestik dengan pasar internasional. Pelabuhan berperan penting dalam perdagangan regional maupun global, bukan hanya sebagai titik singgah kargo.

Mengapa Waktu Tunggu Kargo Jadi Sorotan

Peningkatan kinerja pelabuhan dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan waktu tunggu kargo, peningkatan produktivitas terminal, dan kelancaran arus perdagangan. Efisiensi itu memungkinkan perusahaan mengelola distribusi barang dengan lebih baik.

"Modernisasi pelabuhan harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi logistik, mengurangi waktu tunggu kargo, dan memperlancar pergerakan barang," kata Arief.

Biaya transportasi dan ketidakpastian waktu pengiriman memengaruhi harga produk serta keandalan rantai pasok. Pelabuhan yang efisien, menurut Arief, dapat membantu menekan biaya transportasi dan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Peluang Tambahan Penerimaan Negara

Modernisasi pelabuhan juga berpotensi berdampak pada penerimaan negara. Peningkatan volume perdagangan dapat memperluas basis penerimaan dari bea masuk, pajak pertambahan nilai atas impor, serta berbagai pungutan yang berkaitan dengan kegiatan kepelabuhanan.

"Peningkatan efisiensi dan volume arus barang dapat membuka peluang bagi peningkatan penerimaan negara dari aktivitas perdagangan dan kepelabuhanan," ujar Arief.

Meski begitu, besarnya manfaat fiskal tetap bergantung pada perkembangan aktivitas perdagangan, kebijakan perpajakan, dan efektivitas administrasi kepabeanan. Arief menekankan perbaikan administrasi dan tata kelola harus menyertai pembangunan infrastruktur agar potensi penerimaan dapat dikelola lebih efektif.

Konektivitas ke Hinterland Jadi Penentu

Pembangunan infrastruktur dan penambahan peralatan tidak cukup. Konektivitas dengan wilayah pedalaman atau hinterland menjadi faktor penting agar barang bergerak efisien dari pusat produksi menuju pelabuhan dan selanjutnya ke pasar tujuan.

"Manfaat modernisasi pelabuhan akan lebih besar apabila didukung konektivitas yang memadai dengan wilayah produksi, kawasan industri, dan jaringan transportasi darat," kata Arief.

Keterbatasan infrastruktur pendukung berpotensi menghambat manfaat dari peningkatan kapasitas pelabuhan. Karena itu, Arief menilai peningkatan kapasitas pelabuhan harus terintegrasi dengan kebijakan transportasi dan logistik agar efisiensi tidak berhenti di kawasan pelabuhan saja.

Dampak ke Industri dan Lapangan Kerja

Modernisasi pelabuhan dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi pendukung, mulai dari transportasi, pergudangan, distribusi, hingga jasa maritim. Perkembangan kegiatan tersebut berpotensi memperluas kesempatan usaha dan menciptakan lapangan kerja di wilayah sekitar pelabuhan.

Pelabuhan yang lebih efisien membuka peluang bagi perusahaan domestik memperluas pasar. Namun, persaingan yang meningkat juga dapat menekan perusahaan yang belum efisien.

"Peningkatan akses ke pasar internasional perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas industri domestik agar perusahaan nasional mampu memanfaatkan peluang perdagangan," tambah Arief.

Dari sisi operasional, penggunaan teknologi informasi, otomatisasi terminal, dan integrasi sistem administrasi dinilai dapat mendukung peningkatan produktivitas serta keandalan pelayanan. Penerapan teknologi itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan sistem logistik yang lebih luas.

Ukuran Keberhasilan Bukan Cuma Volume Kargo

Arief menekankan perlunya pendekatan menyeluruh dalam menilai dampak ekonomi pelabuhan. Indikator operasional dan keuangan tetap penting, tetapi penilaian juga perlu memperhitungkan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, pembangunan regional, dan kesejahteraan masyarakat.

"Evaluasi kinerja pelabuhan perlu mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan kualitas hidup masyarakat, bukan hanya indikator operasional dan keuangan," ungkapnya.

Keberhasilan modernisasi pelabuhan, menurut Arief, tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan volume kargo, tetapi juga oleh kemampuannya mendorong kegiatan ekonomi di wilayah yang dilayani. Modernisasi perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan yang mengintegrasikan perdagangan, transportasi, industri, dan kepentingan masyarakat.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top