MEDAN — Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra Butar Butar menyampaikan apresiasi itu langsung di Medan, Minggu (1/11/2026). Penilaian diberikan karena program POLIRAN dinilai menyentuh akar persoalan sosial-ekonomi warga, bukan sekadar menindak pelaku kejahatan.
Yusril menilai inisiatif di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menandai pergeseran paradigma pemolisian di kota itu. Pendekatan yang semula cenderung represif bergeser ke pencegahan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Lewat POLIRAN, Polrestabes Medan mendata dan membina warga usia produktif, termasuk kelompok rentan. Peserta difasilitasi memperoleh akses pelatihan keterampilan hingga penempatan kerja formal.
Kepolisian mengusung konsep link and match dalam menjalankan program. Kemitraan strategis dijalin dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Skema itu memastikan peserta mendapat pelatihan berbasis sertifikasi sekaligus jaminan penyerapan tenaga kerja. Hingga kini, 94 pencari kerja tercatat sudah masuk ke berbagai sektor industri dan pelaku usaha di Kota Medan dan sekitarnya.
Yusril menyebut penanganan keamanan di Kota Medan tidak lagi cukup mengandalkan penindakan hukum semata. Menurut dia, POLIRAN membuktikan kepolisian hadir menjawab persoalan sosiologis.
"Penanganan keamanan di Kota Medan tidak lagi cukup hanya mengandalkan penindakan hukum semata. Program POLIRAN membuktikan kepolisian hadir menjawab persoalan sosiologis, khususnya pengangguran yang kerap memicu kerawanan sosial dan tindak kejahatan," ujar Yusril kepada Jurnalis Kabarbaru di Medan, Minggu (1/11/2026).
Dampak program mulai terlihat pada kondisi keamanan wilayah. Seiring intensifnya pendataan dan pelatihan keterampilan, keterlibatan pemuda dalam kelompok geng motor dan kejahatan jalanan di sejumlah titik rawan menunjukkan tren penurunan signifikan.
Badko HMI Sumut menegaskan langkah Polrestabes Medan sejalan dengan prinsip community policing modern. Penegakan hukum dinilai berjalan selaras dengan upaya preventif dan restoratif.
Organisasi mahasiswa itu mendorong skema kolaborasi kepolisian, pemerintah, dan sektor swasta tersebut menjadi model percontohan bagi jajaran Polres lain di Sumatera Utara. Harapannya, persoalan pengangguran di daerah lain ikut ditangani dengan pola yang sama.