MEDAN — Audiensi pengurus PKN Kota Medan di Balai Kota Medan menjadi kesempatan bagi Rico Waas menyampaikan kritiknya soal cara kerja organisasi kepemudaan. Ia menilai pengurus, seragam, dan agenda pertemuan bukan ukuran keberhasilan sebuah organisasi. Ukuran sebenarnya, kata Rico, adalah manfaat yang dirasakan warga di tingkat kelurahan.
Dalam pertemuan itu, Rico didampingi Kepala Badan Kesbangpol Andi Mario, Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kepala Dinas Perhubungan Medan Irsan Idris Nasution, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana. Kehadiran sejumlah kepala dinas menunjukkan audiensi membahas pula potensi kolaborasi program, bukan hanya silaturahmi.
Rico mendorong kepengurusan baru PKN menyusun arah kebijakan yang jelas, terutama di bidang pemberdayaan pemuda dan kontribusi sosial. Menurutnya, organisasi kepemudaan kerap terjebak pada kegiatan internal yang ramai di kalangan sendiri.
"Yang terpenting, bagaimana organisasi ini bisa membangun impact atau dampak nyata. PKN harus memiliki karakter yang berbeda dan menunjukkan apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat," tegas Rico.
Ia menilai identitas organisasi tidak cukup ditunjukkan lewat logo, slogan, atau atribut. Identitas terbentuk dari program yang dijalankan dan persoalan warga yang ikut diselesaikan.
Rico mendorong PKN membangun kepercayaan publik melalui gotong royong, pemberdayaan masyarakat, hingga keterlibatan dalam penanganan situasi darurat. Persoalan yang dekat dengan warga sehari-hari bisa jadi pintu masuk, mulai dari kebersihan lingkungan, kepedulian pada kelompok rentan, edukasi masyarakat, sampai kegiatan sukarela di tingkat kelurahan.
Semua itu, menurut Rico, butuh perencanaan matang, pembagian tanggung jawab, dan kesinambungan program. Kegiatan sosial sekali jalan memang menghasilkan dokumentasi bagus, tetapi persoalan masyarakat tidak selesai hanya dengan satu kali foto bersama.
Sinergi antara PKN dan Pemerintah Kota Medan dinilai membuka peluang bagi organisasi menyampaikan aspirasi warga. Organisasi bisa membantu mengidentifikasi persoalan di lapangan dan mendorong penyelesaiannya melalui jalur yang tepat.
Namun Rico mengingatkan, sinergi yang sehat tidak berarti organisasi selalu menyetujui setiap kebijakan pemerintah. Organisasi kepemudaan perlu menjaga independensi dan menyampaikan kritik berbasis fakta bila ada kebijakan yang belum menjawab kebutuhan warga.
Dalam kehidupan demokratis, dukungan dan kritik tidak harus saling meniadakan. Keduanya bisa berjalan beriringan untuk memastikan pembangunan berpihak pada kepentingan publik.
Ketua DPD II PKN Kota Medan Ahmad Muslim Sembiring menyatakan pihaknya siap mendukung program Wali Kota Medan dan berkontribusi dalam pembangunan kota. Ahmad hadir didampingi Sekretaris PKN Kota Medan.
PKN juga berkomitmen menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Melalui organisasi itu, warga diharapkan punya ruang menyampaikan keluhan dan persoalan agar diteruskan kepada pemerintah untuk memperoleh perhatian serta tindak lanjut.
Bagi Rico, organisasi yang kuat bukan yang paling keras menyatakan dukungan. Organisasi kuat adalah yang mampu bekerja, menjaga integritas, dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.